Menko AHY: Pembangunan Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 Triliun
Menko AHY: Sekolah Rakyat Habiskan Rp1,25 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebutkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah menghabiskan anggaran sebesar Rp1,25 triliun. Pernyataan ini disampaikan AHY saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Slamat, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Jumat (3/7) siang.

Anggaran dan Tanggung Jawab Pembangunan

AHY menjelaskan bahwa setiap sekolah membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. "Kalau ada yang bertanya alokasi anggaran berapa, setiap sekolah ini kurang lebih Rp250 miliar. Jadi kalau ditotal sekitar Rp1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini," ujar AHY. Ia menambahkan bahwa tanggung jawab pembebasan lahan berada di tangan pemerintah kabupaten/kota masing-masing, sementara anggaran pembangunan fisik berasal dari pemerintah pusat. "Tentu untuk areal lahannya itu tanggung jawab dari masing-masing pemerintah kota dan kabupaten," sambungnya.

Program Prioritas Presiden Prabowo

AHY menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi. "Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas," kata AHY. Ia menambahkan bahwa pendidikan di sekolah ini sepenuhnya gratis, mulai dari penerimaan hingga kelulusan. "Bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan memilih melanjutkan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, maupun langsung memasuki dunia kerja," sambung putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lokasi dan Kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan

Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Medan Tuntungan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih enam hektare milik Pemerintah Kota Medan. Lokasi ini dirancang menjadi kawasan pendidikan yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks. Sekolah ini nantinya memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Koordinasi dan Dukungan Pemerintah

Menurut AHY, program ini merupakan upaya serius pemerintah dan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Kementerian Sosial dengan dukungan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Kami di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut mengoordinasikan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar program ini berjalan dengan baik," ujar AHY yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak bangsa memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. "Negara punya kewajiban memberikan kesempatan yang baik kepada semua, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, masyarakat yang harus kita lindungi dan bantu secara ekonomi maupun sosial," tegasnya.

Apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan serta seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pembangunan fisik sekolah. Ia berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga