Kecelakaan Kereta di Inggris: 1 Tewas, Puluhan Luka Akibat Tabrakan di Bedford
Dua kereta api penumpang mengalami tabrakan di wilayah utara London, Inggris, pada Jumat (19/6/2026) sore waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, demikian dilaporkan oleh otoritas setempat.
East Midlands Railway, operator perkeretaapian setempat, mengonfirmasi bahwa tabrakan terjadi di dekat Bedford, sebuah kota yang berjarak sekitar 90 kilometer di utara London. Kedua kereta tujuan London tersebut melaju di jalur yang sama, dan hingga saat ini penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti.
Kesaksian Penumpang dan Kondisi Korban
Salah seorang penumpang, Pete Knapp, menceritakan pengalaman mencekamnya kepada Press Association. "Ada momen ketika saya terlempar ke kursi di bagian depan, dan kemudian saya melihat asap. Orang-orang menangis, berteriak, mereka sangat takut dan bingung," ujarnya. Ia juga melihat banyak penumpang yang tidak dapat berbicara dan mengalami patah kaki.
Layanan Ambulans Darurat Inggris Timur merilis pernyataan hampir lima jam setelah kejadian, mengonfirmasi satu orang tewas di lokasi. Hampir 90 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian 11 orang dalam kondisi sangat serius, 22 orang mengalami cedera serius, dan 56 orang mengalami cedera ringan. Korban dengan luka ringan dirawat di tempat atau dibawa ke rumah sakit jika diperlukan.
Tanggapan Pemerintah dan Investigasi
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan keprihatinannya atas kecelakaan yang "sangat mengkhawatirkan" ini. Ia mengirimkan doa dan dukungan kepada keluarga korban meninggal dan mereka yang mengalami cedera serius, serta berterima kasih kepada layanan darurat atas respons cepat mereka.
Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api (RAIB) telah mengirimkan tim inspektur ke lokasi untuk mulai mengumpulkan bukti. Sementara itu, pakar kereta api Tony Miles kepada Sky News menyebut bahwa tabrakan tampaknya terjadi pada kecepatan relatif rendah dan kerusakan pada kereta cukup minimal. Namun ia memperingatkan bahwa tabrakan kecepatan rendah pun tetap berbahaya bagi penumpang di dalam kereta.



