Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain dengan Drone, Layanan AWS Terganggu
Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pusat data Amazon Web Services (AWS) di Bahrain. Serangan ini dilaporkan menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur dan layanan aplikasi yang dioperasikan oleh raksasa teknologi tersebut.
Dampak Fisik pada Infrastruktur AWS
Amazon Web Services mengonfirmasi bahwa sebuah drone telah menyerang di dekat salah satu fasilitasnya di Bahrain. Perusahaan menyatakan serangan ini mengakibatkan "dampak fisik pada infrastruktur kami". Lebih lanjut, AWS menjelaskan bahwa insiden tersebut menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan daya ke infrastruktur, dan dalam beberapa kasus memerlukan kegiatan pemadaman kebakaran yang berujung pada kerusakan tambahan akibat air.
Motivasi Serangan Menurut Iran
Dilansir dari CNN, Kamis (5/3/2026), kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Iran mengungkapkan bahwa serangan drone ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana pusat-pusat data tersebut mendukung kegiatan militer dan intelijen dari musuh-musuh Iran. Laporan Fars juga menyebutkan bahwa operasi IRGC ini merupakan bagian dari aksi terkini terhadap pusat data Amazon di Dubai serta target strategis lainnya di kawasan Timur Tengah.
Ekspansi Target ke Uni Emirat Arab
Selain di Bahrain, drone Iran juga dilaporkan telah menargetkan dua fasilitas Amazon di Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan perluasan cakupan serangan yang mungkin bertujuan untuk mengganggu operasi digital dan cloud computing di wilayah tersebut. Serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran atas keamanan infrastruktur teknologi kritis di kawasan yang bergantung pada layanan cloud untuk berbagai sektor.
Implikasi bagi Layanan dan Keamanan Siber
Gangguan pada pusat data AWS di Bahrain dapat berdampak pada berbagai layanan aplikasi dan platform yang menggunakan infrastruktur cloud Amazon. Insiden ini juga menyoroti kerentanan fasilitas fisik terhadap serangan drone, yang mungkin memicu evaluasi ulang protokol keamanan di sektor teknologi. Para ahli memperkirakan bahwa serangan semacam ini bisa menjadi preseden untuk ancaman hybrid yang menggabungkan elemen fisik dan siber di masa depan.
Serangan drone Iran terhadap Amazon Web Services di Bahrain dan Uni Emirat Arab menandai eskalasi baru dalam konflik geopolitik yang memanfaatkan teknologi untuk menargetkan infrastruktur digital. Dampaknya terhadap stabilitas layanan cloud dan respons dari pihak berwenang setempat masih terus dipantau.
