Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Sabtu, 16 Mei 2026, terutama pada siang hingga sore hari. Informasi ini disampaikan BMKG melalui laman media sosial Instagram @infobmkg.
Prakiraan Cuaca per Wilayah
BMKG mengungkapkan bahwa Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu akan diselimuti awan tebal sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Sementara itu, Jakarta Barat juga diprakirakan diselimuti awan tebal, namun akan turun hujan dengan intensitas ringan pada sore hari.
Untuk Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, BMKG memprakirakan ketiga wilayah ini akan mengalami hujan pada siang hingga sore hari. Rata-rata suhu di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat berkisar antara 24 hingga 29 derajat Celcius. Sementara itu, suhu di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprakirakan sekitar 24 hingga 30 derajat Celcius. Jakarta Utara memiliki suhu rata-rata 25 hingga 29 derajat Celcius, sedangkan Kepulauan Seribu diprakirakan bersuhu 27 hingga 28 derajat Celcius.
Peringatan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara
Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Kelas IIA Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) selama tiga hari ke depan, mulai 16 hingga 18 Mei 2026. Plh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IIA Manado, Margy Octavia, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang Kelvin di atmosfer wilayah Sulawesi Utara yang meningkatkan aktivitas konvektif secara signifikan.
Fenomena ini berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya konvergensi atau belokan angin di wilayah Sulut. Kondisi tersebut, didukung dengan suhu muka air laut yang hangat, menjadi tempat subur bagi pertumbuhan awan-awan konvektif.
Wilayah Terdampak
Wilayah yang dipetakan berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kota Manado, Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, serta wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolmong Utara, dan Bolmong Selatan. Margy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam, pegunungan, tebing, atau kawasan rawan longsor.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini mengingat sifat cuaca yang sangat dinamis.



