Viral Kericuhan di KRL gegara Payung, KAI Ingatkan Aturan
Jakarta - Rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan kericuhan terjadi di dalam gerbong kereta rangkaian listrik (KRL) pada relasi Jakarta Kota-Bogor. Insiden ini dipicu oleh penempatan payung pada handgrip yang akhirnya berujung pada penurunan paksa seorang penumpang wanita dari kereta.
Dalam video yang beredar luas, tampak dua orang petugas keamanan dalam (PKD) berusaha menarik keluar seorang penumpang wanita. Wanita tersebut terlihat berontak dan menolak untuk dibawa keluar, bahkan berteriak histeris meminta pertolongan.
“Tolongin aku pegang payung, payung aku ketinggalan pak,” teriak wanita tersebut dalam rekaman yang dilihat pada Rabu (17/6/2026).
Menurut narasi yang beredar, kericuhan bermula ketika petugas menegur penumpang yang menyimpan payung pada handgrip. Penumpang tersebut menolak teguran dan terlibat adu mulut dengan petugas. Narasi juga menyebutkan bahwa penumpang sempat memukul petugas, sehingga situasi memanas dan petugas akhirnya menurunkan wanita tersebut di stasiun terdekat.
Tanggapan KAI Commuter Line
Menanggapi video yang viral, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (15/6). Leza menyebutkan petugas keamanan di dalam Commuter Line melakukan penanganan terhadap seorang pengguna yang dianggap mengganggu ketertiban di dalam Commuter Line No. 1330 relasi Jakarta Kota-Bogor.
Awalnya, petugas yang sedang melakukan patroli rutin mendapati adanya pengguna yang tidak mematuhi ketentuan. Petugas kemudian memberikan edukasi dan imbauan kepada penumpang tersebut.
“Penanganan dilakukan setelah petugas memberikan imbauan terkait tata tertib di dalam kereta,” ujar Leza dalam keterangan resminya.
Petugas memberikan imbauan secara persuasif, namun pengguna memberikan respons yang menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain. Oleh karena itu, petugas melakukan penanganan sesuai prosedur dengan menurunkan penumpang di stasiun terdekat untuk pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut oleh petugas keamanan stasiun.
“Setelah diberikan penjelasan mengenai tata tertib dan aturan yang berlaku, situasi dapat diselesaikan dengan baik dan penumpang tersebut diperbolehkan melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line berikutnya menuju stasiun tujuannya,” imbuh Leza.
KAI Commuter senantiasa mengedepankan kenyamanan dalam setiap penanganan. Namun, seluruh pengguna juga diharapkan mematuhi aturan yang berlaku dan saling menghormati demi terciptanya perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua.



