Minyak Kayu Putih Campur Bensin: Klaim Irit dan Dampak Mesin
Minyak Kayu Putih Campur Bensin: Irit atau Rusak?

Unggahan viral di media sosial Instagram menunjukkan seseorang mencampurkan minyak kayu putih ke dalam tangki bensin kendaraan. Dalam video tersebut, campuran itu diklaim dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Klaim Irit Bahan Bakar

Akun Instagram @mac********** pada Kamis (9/7/2026) menulis, "Ada yang udah pernah coba campurin minyak kayu putih ke kendaraannya sob? Ini enggak disarankan untuk jangka panjang ya, emangnya ruang bakar lu masuk angin?" Unggahan itu pun ramai dikomentari warganet.

Namun, klaim bahwa minyak kayu putih dapat menghemat bahan bakar perlu diuji kebenarannya. Menurut pakar otomotif, praktik ini justru berpotensi merusak mesin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjelasan Ahli Otomotif

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Jayan Sentanuhady, M.Eng., menegaskan bahwa mencampur minyak kayu putih ke dalam bensin tidak disarankan. "Minyak kayu putih bukan bahan bakar. Ia memiliki sifat pelarut yang bisa merusak komponen karet dan plastik pada sistem bahan bakar," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2026).

Selain itu, minyak kayu putih memiliki titik didih yang berbeda dengan bensin, sehingga dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin. Akibatnya, mesin bisa mengalami knocking atau detonasi dini yang berujung pada kerusakan komponen.

Dampak Negatif pada Mesin

Penggunaan minyak kayu putih dalam bahan bakar juga dapat menyebabkan endapan karbon pada injektor dan katup mesin. Endapan ini akan mengurangi performa mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar dalam jangka panjang. "Ironisnya, yang awalnya ingin irit malah jadi boros karena mesin harus bekerja lebih keras," tambah Jayan.

Ia juga mengingatkan bahwa campuran tersebut bisa merusak catalytic converter, komponen penting dalam sistem pembuangan yang berfungsi mengurangi emisi gas buang. Kerusakan pada catalytic converter memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Fakta Ilmiah di Balik Klaim

Beberapa warganet mungkin menganggap minyak kayu putih memiliki kandungan yang mirip dengan aditif bahan bakar. Namun, aditif yang dijual di pasaran telah melalui uji laboratorium dan memiliki formula yang aman untuk mesin. Sementara minyak kayu putih tidak dirancang untuk tujuan tersebut.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, kandungan utama minyak kayu putih adalah sineol (eucalyptol) yang bersifat antiseptik dan aromatik. Zat ini tidak memiliki nilai oktan yang diperlukan untuk pembakaran optimal pada mesin bensin.

Kesimpulan

Klaim bahwa mencampur minyak kayu putih ke bensin dapat menghemat bahan bakar adalah hoaks. Praktik ini justru berisiko merusak mesin dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Bagi pemilik kendaraan, disarankan untuk selalu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan dan tidak menambahkan zat lain yang tidak jelas keamanannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga