Jakarta, Nusantara Daily - Pengisi daya atau charger ponsel dan laptop sering kali dibiarkan tetap menancap di stopkontak meskipun tidak sedang digunakan. Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata tidak hanya menyebabkan pemborosan listrik dan mempercepat kerusakan adaptor, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran yang serius.
Mengapa Charger yang Tidak Digunakan Berbahaya?
Banyak orang tidak menyadari bahwa charger yang tetap terhubung ke listrik masih mengonsumsi daya listrik, meskipun dalam jumlah kecil. Fenomena ini dikenal sebagai vampire power atau daya hantu. Selain itu, komponen internal charger terus bekerja dan dapat mengalami panas berlebih, yang berpotensi memicu korsleting dan kebakaran.
Faktor Risiko Kebakaran
- Panas berlebih: Charger yang terus teraliri listrik dapat menghasilkan panas, terutama jika kualitasnya rendah atau sudah tua.
- Korsleting: Debu atau kotoran yang menumpuk di stopkontak atau colokan charger dapat menyebabkan hubungan pendek.
- Kerusakan adaptor: Komponen internal yang aus atau rusak bisa memicu percikan api.
Langkah Sederhana untuk Keamanan dan Hemat Energi
Mencabut charger setelah selesai digunakan adalah langkah sederhana yang sangat efektif. Selain mengurangi risiko kebakaran, kebiasaan ini juga dapat menghemat listrik dan memperpanjang umur adaptor. Jangan sepelekan kebiasaan ini demi keselamatan rumah dan keluarga.
Tips Aman Menggunakan Charger
- Cabut charger dari stopkontak jika tidak digunakan.
- Gunakan stopkontak dengan sakelar untuk memudahkan pemutusan aliran listrik.
- Hindari menumpuk charger atau kabel di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.
- Periksa secara berkala kondisi kabel dan colokan charger.
Keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil. Mulailah mencabut charger setelah digunakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.



