XLSmart Luncurkan Future Ready, Ekosistem Talenta Digital Jangkau 1 Juta Orang
XLSmart Luncurkan Future Ready, Ekosistem Talenta Digital

Kebutuhan tenaga kerja digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya transformasi teknologi. Namun, dunia usaha masih menghadapi kesulitan mendapatkan talenta mumpuni di bidang digital. Untuk mengatasi hal ini, XLSmart meluncurkan Future Ready, sebuah ekosistem pengembangan talenta digital yang mengintegrasikan pembelajaran, sertifikasi, mentoring, magang, hingga akses rekrutmen dalam satu program.

Target Capai 1 Juta Talenta Digital

Melalui Future Ready, XLSmart menargetkan menjangkau 1 juta talenta muda Indonesia melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready, menerbitkan 10.000 sertifikat pelatihan, serta membantu sedikitnya 1.000 peserta memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri.

Director & Chief People Officer XLSmart, Jeremiah Ratadhi, mengatakan Future Ready dirancang berdasarkan kebutuhan nyata industri yang terus berkembang sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki jalur karier yang lebih jelas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jembatan Antara Kompetensi dan Industri

"Future Ready dirancang berdasarkan kebutuhan nyata industri yang terus berkembang. Karena itu, setiap tahapan program disusun secara terintegrasi, mulai dari pembelajaran digital, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi industri, mentoring bersama praktisi, hingga kesempatan internship dan akses rekrutmen melalui perusahaan-perusahaan mitra," kata Jeremiah di XLSmart, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Disampaikannya, pengembangan talenta digital saat ini tidak cukup berhenti pada pelatihan atau sertifikasi semata. Jeremiah menyebutkan, XLSmart ingin menghadirkan program yang mampu menjadi jembatan antara peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri. "Kami ingin Future Ready menjadi jembatan yang mempertemukan talenta digital Indonesia dengan peluang kerja yang terus berkembang di berbagai sektor," ucapnya.

Dukungan Kementerian Ketenagakerjaan

Peluncuran Future Ready juga mendapat dukungan dari Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Menurutnya, pengembangan talenta digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai pendekatan yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri menjadi langkah yang relevan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital. Program tersebut turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara XLSmart dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Kesenjangan Talenta Digital di Indonesia

Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan sekitar 68% penduduk berada pada usia produktif. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan kompetensi yang dibutuhkan industri. XLSmart mencatat sekitar 90% pekerjaan masa depan akan membutuhkan keterampilan digital dasar, sementara tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih kesulitan mendapatkan talenta digital yang siap kerja.

Di sisi lain, permintaan terhadap keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga teknologi jaringan terus meningkat. XLSmart menilai investasi pada pengembangan talenta harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur digital agar transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Mitra Strategis dan Kolaborasi

Saat ini Future Ready telah menggandeng sejumlah mitra strategis, seperti ZTE dan Eka Tjipta Foundation, dan akan terus memperluas kolaborasi untuk memperbesar akses talenta muda Indonesia terhadap dunia kerja.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga