Di tengah ramainya wisata edukasi di sekitar Candi Borobudur, transaksi digital perlahan ikut menjadi bagian dari geliat UMKM desa. Salah satunya terlihat di Ashfa Madu, destinasi wisata edukasi lebah di Dusun V, Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Di tempat ini, wisatawan tak hanya datang untuk membeli madu atau mencoba terapi sengatan lebah, tetapi juga mulai terbiasa bertransaksi secara non-tunai menggunakan QRIS maupun mesin EDC. Pemilik Ashfa Madu, Qozin Purnama, mengatakan penggunaan pembayaran digital mempermudah wisatawan yang datang dari berbagai daerah, terutama rombongan wisata VW dan pelancong luar kota yang kerap tidak membawa banyak uang tunai.
Dengan adanya opsi pembayaran digital, para wisatawan kini dapat melakukan transaksi dengan lebih cepat dan praktis. Hal ini juga membantu para pelaku UMKM desa untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Ashfa Madu menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi digital dapat diintegrasikan ke dalam sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Qozin Purnama menambahkan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai ini tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga memudahkan pengelola dalam mencatat transaksi dan mengelola keuangan. Ke depannya, ia berharap lebih banyak pelaku UMKM di desa sekitar Borobudur yang mengadopsi sistem serupa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan tersebut.



