Gus Ipul Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Curug, Targetkan Operasional April 2026
Gus Ipul Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Curug

Gus Ipul Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Curug, Targetkan Operasional April 2026

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan terhadap calon lokasi Sekolah Rakyat di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari ini. Kunjungan ini menandai titik akhir dari rangkaian peninjauan tiga calon lokasi Sekolah Rakyat rintisan yang dilaksanakan oleh Gus Ipul dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Rangkaian Peninjauan Lokasi Sekolah Rakyat

Sebelumnya, Gus Ipul telah mengunjungi dua lokasi lainnya, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Marunda dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) di Pejompongan. Dalam peninjauan di Curug, Gus Ipul hadir didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, serta Kepala Biro Umum Salahudin Yahya. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, seperti Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Suharto dan Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida.

Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 27 Maret 2026, Gus Ipul menyatakan, "Alhamdulillah dari tiga titik yang kita lihat hari ini, itu semuanya telah siap untuk digunakan pada bulan April tahun 2026." Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk segera merealisasikan program Sekolah Rakyat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi dan Fasilitas Lokasi Curug

Gus Ipul mengungkapkan bahwa lokasi di Curug memiliki nilai lebih karena tidak hanya siap dipakai untuk sekolah rakyat rintisan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk pengembangan menjadi sekolah permanen. "Sekolah rakyat rintisan itu tentu menggunakan gedung sementara. Sementara saat ini sudah ada 100 lebih gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dibangun oleh Kementerian PU di berbagai kabupaten dan kota seluruh Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa kawasan Curug didukung oleh lahan yang luas, fasilitas pendidikan yang telah terbentuk, serta sarana penunjang yang relatif siap. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa BP3 Curug memiliki lahan dan bangunan seluas 11,735 hektare dengan fasilitas dasar yang layak pakai, termasuk jaringan listrik, sumber air, akses jalan beraspal, ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas kesehatan, dan sarana olahraga. Sementara itu, di kawasan PPI Curug tersedia lahan kosong seluas 6,5 hektare yang dapat dipertimbangkan untuk pembangunan sekolah rakyat permanen.

Dukungan dari Kementerian Perhubungan

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan yang telah mendukung perluasan sekolah rakyat rintisan. "Untuk kali ini kami bersyukur ini adalah gedung-gedung Kementerian Perhubungan," katanya. Sebelumnya, Kementerian Sosial telah memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, dan pemerintah daerah untuk program serupa.

Dengan tambahan titik-titik baru di Jakarta dan sekitarnya, Gus Ipul berharap penambahan kapasitas sekolah rakyat rintisan bisa segera direalisasikan mulai tahun ini. "Ada kira-kira antara 500 sampai 600 siswa sekolah rakyat bisa ditampung di beberapa titik itu yang nanti insyaallah kalau ditambah dengan bulan Juli 2026 mencapai lebih dari 1.000 siswa yang bisa ditampung di titik-titik rintisan sekolah rakyat yang kita usulkan di berbagai daerah sekitar Jakarta," tuturnya.

Kesiapan Infrastruktur dan Kontribusi Lebih Luas

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Wida Nurfaida, menyatakan bahwa secara umum kondisi bangunan di Curug sangat memungkinkan untuk digunakan. "Secara struktur sangat layak. Tinggal kita perbaikan sedikit dari estetika, mekanikal dan elektrikal saja, selebihnya dipastikan kami siap bisa menyelesaikan di bulan April ini," kata Wida. Dia menambahkan bahwa pihaknya juga sudah mulai melihat titik-titik yang bisa disiapkan untuk pengembangan ke depan, tidak hanya untuk kebutuhan rintisan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Suharto, menyatakan kesiapan Kementerian Perhubungan untuk berkontribusi lebih luas dalam program Sekolah Rakyat. "Kami mempunyai 22 sekolahan dan tentunya kami siap berkontribusi untuk menyukseskan sekolah rakyat sesuai dengan arahan Bapak Presiden," tutup Suharto. Pernyataan ini menunjukkan dukungan kuat dari berbagai kementerian dalam mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif melalui Sekolah Rakyat.