Tentara Thailand Kehilangan Kaki Akibat Ledakan Ranjau di Perbatasan Sengketa
Seorang tentara Thailand mengalami luka parah dan kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat di perbatasan yang diperebutkan antara negara itu dengan Kamboja. Insiden tragis ini terjadi pada hari Jumat (27/2/2026) di tengah gencatan senjata rapuh yang masih berlaku setelah berbulan-bulan terjadi bentrokan lintas perbatasan yang memanas.
Insiden di Provinsi Perbatasan Surin
Militer Thailand mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa tentara tersebut terluka parah dan kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat. Kejadian ini terjadi sekitar waktu subuh di provinsi perbatasan Surin, wilayah yang menjadi titik panas konflik antara kedua negara tetangga ini.
"Seorang tentara terluka parah dan kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat," demikian bunyi pernyataan militer Thailand yang dikutip oleh kantor berita AFP pada hari Jumat tersebut. Insiden ini semakin memperkeruh situasi di perbatasan yang sudah tegang selama berbulan-bulan terakhir.
Latar Belakang Konflik Perbatasan yang Berkepanjangan
Sejak musim panas tahun lalu, puluhan orang telah tewas dalam gelombang konflik di sepanjang perbatasan kedua negara yang dikelilingi hutan lebat. Kawasan sengketa ini telah menjadi sumber ketegangan selama lebih dari satu abad sejak penetapan batasnya pada era kolonial Prancis.
Pada puncak pertempuran di bulan Juli dan Desember tahun lalu, lebih dari satu juta warga sipil terpaksa mengungsi di sepanjang perbatasan sepanjang 800 kilometer (500 mil) tersebut. Baru setelah itu gencatan senjata sementara diberlakukan untuk meredakan ketegangan.
Saling Tuduh dan Investigasi Awal
Thailand dan Kamboja telah berulang kali saling menuduh melanggar gencatan senjata berturut-turut dengan tembakan senjata dan mortir lintas perbatasan. Bangkok secara khusus menuduh tentara Phnom Penh telah memasang ranjau darat baru di wilayah sengketa tersebut.
Namun, militer Thailand menyatakan bahwa "pemeriksaan awal" terhadap ledakan yang terjadi pada hari Jumat tersebut "menunjukkan bahwa ranjau darat tersebut terkubur jauh di dalam tanah liat dan tertutup dedaunan, menunjukkan bahwa ranjau tersebut bukan ranjau yang baru dipasang".
Warisan Konflik Masa Lalu
Perbatasan Kamboja masih dipenuhi dengan amunisi yang belum meledak yang berasal dari konflik terpisah beberapa dekade lalu. Ranjau-ranjau peninggalan perang ini menjadi ancaman terus-menerus bagi keamanan di wilayah perbatasan.
Di bawah gencatan senjata yang disepakati pada Desember tahun lalu, Kamboja dan Thailand berjanji untuk:
- Menghentikan tembakan lintas perbatasan
- Membekukan pergerakan pasukan militer
- Bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan
Insiden terbaru ini menguji komitmen kedua negara terhadap kesepakatan gencatan senjata tersebut dan mengingatkan kembali betapa rapuhnya situasi keamanan di perbatasan yang sudah lama menjadi sumber ketegangan regional.
