Beredar klaim di media sosial yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa janji-janjinya kepada rakyat saat kampanye Pemilihan Presiden 2024 merupakan sebuah kebohongan. Narasi ini muncul melalui sejumlah unggahan video pada April 2026. Dalam video tersebut, Prabowo terlihat dicegat oleh wartawan dan mengatakan, "Kalau saya janji ini, saya janji itu, saya kan bohong kepada rakyat."
Klarifikasi dan Fakta
Setelah ditelusuri, pernyataan Prabowo tersebut dipotong dari konteks yang lebih panjang. Dalam kesempatan itu, Prabowo sebenarnya sedang menjelaskan pentingnya kehati-hatian dalam membuat janji politik. Ia menekankan bahwa janji harus realistis dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar untuk menarik suara. Kalimat lengkapnya adalah, "Kalau saya janji ini, saya janji itu, tanpa perhitungan, saya kan bohong kepada rakyat. Maka saya harus hati-hati."
Konteks Pernyataan
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat ditanya wartawan mengenai program prioritas pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengulangi kesalahan politik masa lalu yang hanya menjanjikan hal-hal muluk tanpa realisasi. Prabowo justru mengajak rakyat untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan kerja nyata.
Video yang beredar secara tidak lengkap ini telah memicu kesalahpahaman di kalangan warganet. Banyak yang langsung percaya bahwa Presiden mengakui kebohongannya, padahal maksudnya justru sebaliknya. Tim komunikasi Presiden pun telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataan tersebut sengaja dipotong untuk menyesatkan publik.
Penyebaran Informasi Menyesatkan
Fenomena pemotongan video atau quote tanpa konteks sering terjadi di era digital. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Jangan mudah percaya dengan judul atau narasi yang provokatif tanpa melihat sumber aslinya.



