Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa insiden pembakaran pesawat milik AMA oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua, harus mendapat perhatian serius dari negara. Peristiwa yang terjadi pada awal Juli 2026 ini membuktikan bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata dan keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama.
DPR Dorong Evaluasi Pengamanan di Papua
Menurut Dave Laksono, pengamanan di wilayah Papua perlu ditingkatkan dan diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, pemetaan risiko, serta keterlibatan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas. “Aparat keamanan perlu meningkatkan langkah pengamanan secara terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan sesuai koridor hukum,” ujar Dave saat dikonfirmasi pada Jumat, 3 Juli 2026.
Komisi I DPR RI akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di Papua. Dave menambahkan, “Agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, rasa aman dapat dipulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.”
Pesawat AMA Dibakar Saat Misi Kemanusiaan
Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pesawat AMA dengan nomor penerbangan PK-RCY yang dibakar KKB di Yahukimo sedang menjalankan misi agama dan kemanusiaan. Pesawat tersebut dipiloti oleh Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, dan terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa tujuh penumpang.
Ketujuh penumpang itu adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso. Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa bagi warga setempat, pesawat tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga sarana pendukung pelayanan kemanusiaan dan keagamaan di daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.
“Tidak harus dari kami ya, masyarakat sendiri bisa menilai. Kalau satu-satunya sarana transportasi yang ada di lokasi tersebut membawa misi agama, misi kemanusiaan, misi penginjilan sampai dibakar, artinya pelaku ini sudah enggak mengenal Tuhan,” kata Yusuf pada Kamis, 2 Juli 2026.
Ancaman Keamanan Masih Nyata di Papua
Insiden pembakaran pesawat AMA ini menjadi bukti bahwa ancaman keamanan di Papua masih sangat nyata. DPR RI menekankan perlunya tindakan negara yang serius dan terukur untuk melindungi warga sipil serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di Papua diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih preventif dan berkelanjutan, bukan hanya reaktif.



