Netanyahu: Israel akan Lenyapkan 'Rezim Teror' Iran, Ancaman Rudal Nuklir
Netanyahu: Israel Lenyapkan 'Rezim Teror' Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya akan melenyapkan 'rezim teror' Iran. Ia bertekad untuk memastikan Iran tidak lagi mampu mengancam Israel dengan rudal dan bom nuklir. Pernyataan ini muncul di tengah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang tampaknya mengalami kebuntuan.

Pidato Netanyahu di Seremoni Mossad

Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya pada seremoni pengangkatan Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai pemimpin baru badan intelijen Israel, Mossad. Gofman menggantikan David Barnea yang akan pensiun. Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan, 'Kita tidak akan membiarkan rezim Iran memutar balik waktu. Kita tidak akan membiarkan mereka memperoleh senjata nuklir; kita tidak akan membiarkan mereka mengancam keberadaan kita.'

Tekad untuk Melenyapkan Rezim Iran

Lebih lanjut, Netanyahu menyatakan, 'Rezim teror ini ditakdirkan untuk lenyap dari dunia, dan kita akan membantu untuk mewujudkan hal ini. Rezim ini tidak akan lagi mengancam kita dengan bom nuklir dan ribuan rudal balistik mematikan.' Pernyataan keras ini merujuk langsung pada Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, pada seremoni perpisahan untuk Barnea pada Senin (1/6) malam, Netanyahu juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menyebut fondasi sistem pemerintahan Iran telah 'retak' dan pada akhirnya akan runtuh. 'Biarlah siapa pun yang merencanakan kejahatan terhadap Iran, mengetahui bahwa rencana mereka akan gagal. Harga yang akan mereka bayar akan sangat mahal. Harga yang telah dibayar Iran sangat mahal,' ujar Netanyahu, menurut pernyataan yang dibagikan kantor PM Israel melalui media sosial X. 'Fondasi rezim teroris di Iran telah retak. Rezim ini tidak akan pernah kembali seperti semula, dan saya mengatakan kepada Anda -- rezim ini akan runtuh pada akhirnya,' tegasnya.

Serangan dan Gencatan Senjata

Israel bersama AS melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Sebagian besar pertempuran terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Upaya perdamaian antara AS dan Iran, yang dimediasi Pakistan, terus dilakukan dengan harapan mengakhiri perang secara permanen.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga