Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, secara terbuka mengecam Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, terkait perlakuan tidak manusiawi terhadap para aktivis dari Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition). Kecaman ini disampaikan setelah beredarnya sejumlah video yang menunjukkan tindakan merendahkan martabat terhadap para aktivis yang ditahan di Ashdod.
Kecaman Sa'ar terhadap Ben-Gvir
Dalam unggahan di media sosial X, Sa'ar menuduh Ben-Gvir dengan sengaja merusak citra Israel di mata internasional. "Anda telah secara sengaja merusak negara dengan pertunjukan memalukan ini, dan ini bukan pertama kalinya," tulis Sa'ar. Ia juga menekankan bahwa Ben-Gvir bukanlah wajah Israel, melainkan telah merusak upaya tentara, diplomat, dan pegawai negeri sipil Israel.
Video Perlakuan Tidak Manusiawi
Video yang beredar memperlihatkan Ben-Gvir dan personel keamanan Israel mengkonfrontasi para aktivis yang ditahan. Salah satu aktivis meneriakkan "Bebaskan Palestina" sebelum mereka dipaksa bersujud dengan tangan terikat. Ben-Gvir bahkan mengunggah video dirinya berdiri di atas kapal militer sambil melambaikan bendera Israel di hadapan para aktivis yang tersungkur. "Begitulah cara kami menyambut para pendukung terorisme. Selamat datang di Israel," ujarnya.
Kritik dari Netanyahu dan Reaksi Global
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengkritik tindakan Ben-Gvir, menyatakan bahwa cara tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma Israel. Perlakuan tidak manusiawi ini memicu kemarahan global. Negara-negara seperti Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada memanggil Duta Besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Para aktivis tersebut merupakan bagian dari misi Global Sumud Flotilla yang berupaya menerobos blokade Gaza via laut. Mereka ditahan setelah mencoba melanggar blokade yang diberlakukan Israel. Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Ben-Gvir, seorang menteri sayap kanan yang dikenal dengan pandangan kerasnya terhadap Palestina.
Kecaman dari Sa'ar menunjukkan adanya perpecahan dalam kabinet Israel mengenai cara menangani aktivis pro-Palestina. Sementara itu, komunitas internasional terus mendesak Israel untuk menghormati hukum humaniter dan hak asasi manusia dalam setiap tindakan penegakan hukumnya.



