Pengamat Nilai Konflik AS-Israel-Iran Tak Akan Picu Perang di Asia
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyatakan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk memicu perang langsung di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan media pada Senin, 9 Maret 2026.
Potensi Konflik di Timur Tengah Tidak Akan Meluas ke Indonesia
Menurut Fahmi, potensi konflik bersenjata di Timur Tengah untuk menyulut perang fisik atau konvensional di wilayah Indonesia adalah sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Ia menjelaskan bahwa meskipun ketegangan antara negara-negara tersebut meningkat, skenario perang yang meluas masih dihindari.
Negara-negara besar seperti AS dan Israel pada dasarnya masih sangat berhati-hati dalam menangani situasi ini, kata Fahmi. Mereka berusaha menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi lebih besar, yang berpotensi memicu Perang Dunia III.
Analisis Keamanan Kawasan dan Dampaknya
Fahmi menekankan bahwa dinamika keamanan global saat ini menunjukkan kecenderungan untuk mencegah eskalasi konflik. Meskipun ada ketegangan yang memanas di Timur Tengah, faktor-faktor seperti diplomasi dan pertimbangan strategis membuat perang langsung di Asia menjadi tidak mungkin.
Ini merupakan analisis yang penting untuk memahami stabilitas keamanan di kawasan, tambahnya. Indonesia, sebagai bagian dari Asia, dianggap aman dari dampak langsung konflik tersebut, berkat upaya penahanan diri oleh negara-negara yang terlibat.
