Jaksa Jerman Tuding Ukraina Dalangi Ledakan Pipa Gas Nord Stream
Jaksa Jerman Tuding Ukraina Dalangi Ledakan Nord Stream

Jaksa penuntut Jerman pada Kamis (2/7/2026) mengumumkan bahwa pihak berwenang Ukraina diyakini berada di balik sabotase pipa gas Nord Stream yang menghubungkan Rusia dengan Eropa pada tahun 2022. Dalam pernyataan yang merinci dakwaan terhadap tersangka Serhii K., jaksa menyebutkan bahwa ia dan enam komplotannya bertindak "atas perintah otoritas Ukraina."

Kronologi Operasi Sabotase

Menurut jaksa, terdakwa K., yang kini berusia 50 tahun, merupakan seorang "perwira di militer Ukraina" pada saat operasi berlangsung, dan rekan-rekannya juga merupakan "personel militer." Rencana tersebut bertujuan untuk "menghancurkan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2" dengan tujuan "menghentikan pasokan gas melalui pipa tersebut secara permanen dan mencegah Rusia menggunakan pendapatan dari perdagangan gas alam untuk membiayai operasi perangnya."

Serhii dan timnya melakukan perjalanan dari Ukraina ke Jerman menggunakan paspor Ukraina palsu. Mereka kemudian menyewa sebuah yacht bernama Andromeda dari sebuah perusahaan Jerman di Kota Rostock di bagian utara. Para penyidik menemukan jejak bahan peledak militer HMX dan RDX di atas kapal Andromeda. Bahan peledak tersebut dipasang dengan pengatur waktu pada pipa bawah laut di dekat pulau Bornholm, Denmark, pada 22 September 2022.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ledakan dan Kerusakan Parah

Bahan peledak itu meledak empat hari kemudian pada 26 September dan menyebabkan kerusakan parah meskipun pipa-pipa tersebut sedang tidak beroperasi pada saat itu. "Sebelum insiden tersebut, sekitar separuh pasokan gas alam tahunan Jerman diangkut melalui Nord Stream 1," ujar jaksa.

Jerman merupakan salah satu pendukung militer terbesar Ukraina dalam pertempurannya melawan invasi Rusia yang masih berlangsung. Hal ini membuat insiden tersebut berpotensi memicu situasi diplomatik yang canggung.

Tersangka Bantah Dakwaan

Pada Rabu (1/7), media Jerman melaporkan bahwa tersangka Serhii telah didakwa sebagai kaki tangan dalam kejahatan perang, mengganggu layanan publik, menyebabkan ledakan, dan merusak infrastruktur. Dakwaan ini menyusul ekstradisi K ke Jerman dari Italia, di mana ia ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Jerman pada Agustus 2025. K membantah keterlibatannya dan pengacaranya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ia yakin kliennya akan dibebaskan dari tuduhan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga