Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 5 Orang Tewas
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan, 5 Tewas

Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang di Lebanon Selatan Saat Gencatan Senjata

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa rentetan serangan udara Israel kembali menghantam wilayah selatan negara tersebut pada Sabtu (20/6) waktu setempat, saat gencatan senjata diberlakukan. Sedikitnya lima orang tewas akibat gempuran terbaru Tel Aviv tersebut.

Serangan udara terbaru Israel ini menghantam wilayah Lebanon sehari setelah gencatan senjata diumumkan mulai diberlakukan pada Jumat (19/6) sore. NNA menyebut bahwa serangan-serangan udara Israel menghantam lebih dari selusin lokasi di Lebanon bagian selatan setelah Jumat (19/6) tengah malam hingga Sabtu (20/6) pagi.

Gempuran terbaru Israel itu sebagian besar menghantam wilayah Nabatieh, baik di dalam kota maupun di pinggirannya. NNA melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan di kota Arab Salim, kemudian satu orang lainnya tewas di area Dair Zahrani, dan satu orang lainnya tewas setelah 'drone musuh melancarkan serangan terhadap sebuah sepeda motor' di gerbang masuk kota Dweir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan-serangan mematikan Israel ini terjadi sehari setelah seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS), yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi bahwa gencatan senjata Israel-Hizbullah disepakati berlaku sejak Jumat (19/6) sore, pukul 16.00 waktu setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut tentang kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut. Hanya disebutkan bahwa gencatan senjata itu dimediasi oleh AS dan Qatar. Seorang diplomat negara Teluk secara terpisah mengonfirmasi diperpanjangnya gencatan senjata tersebut.

Duta Besar Israel untuk AS mengatakan negaranya akan berkomitmen pada gencatan senjata jika Hizbullah mematuhinya. Dalam pernyataan terpisah, seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pengaturan gencatan senjata memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon bagian selatan dan bertindak terhadap 'ancaman yang muncul'.

'Jika Hizbullah tidak menyerang, kami tidak akan menyerang mereka. Jika mereka menyerang kami, kami akan membalas,' kata pejabat Israel tersebut. Pengumuman gencatan senjata sebelumnya hanya sedikit berpengaruh dalam menghentikan serangan dari kedua belah pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga