Iran Peringatkan Kapal Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Iran Peringatkan Kapal Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada semua kapal untuk tidak melintasi Selat Hormuz tanpa izin resmi dari Teheran. Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh AFP pada Kamis (25/6/2026), IRGC menegaskan bahwa setiap perlintasan tanpa izin akan dianggap sebagai pelanggaran serius dan akan ditindak.

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur air sempit yang memisahkan Iran dari negara-negara Teluk. Selat ini sangat vital bagi pasokan energi global karena sekitar 20 persen minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur ini. Pada titik tersempitnya, lebar selat ini hanya sekitar 30 kilometer (18 mil).

Iran telah menutup selat tersebut selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kini, status selat menjadi salah satu poin utama dalam negosiasi antara Teheran dan Washington.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Iran: Biaya Layanan Maritim

Teheran mengumumkan rencana untuk memberlakukan apa yang disebut sebagai biaya layanan maritim bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Iran dan Oman, yang juga berbatasan dengan selat tersebut, pada Selasa lalu menyatakan akan mempelajari mekanisme pengenaan biaya untuk layanan terkait pengelolaan selat.

Namun, Amerika Serikat menolak keras rencana tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sedang mengunjungi negara-negara Teluk pekan ini, menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima biaya atau pungutan apa pun di Selat Hormuz. Rubio menyatakan bahwa Selat Hormuz adalah jalur air internasional yang bebas dilintasi tanpa dikenakan biaya.

Peringatan IRGC: Hanya Satu Jalur Resmi

Garda Revolusi Iran menekankan bahwa hanya ada satu jalur resmi untuk melintasi Selat Hormuz, yaitu jalur yang telah diumumkan oleh Republik Islam Iran. "Satu-satunya jalur resmi untuk melewati Selat Hormuz adalah jalur yang diumumkan oleh Republik Islam Iran," demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai rute baru melintasi Selat Hormuz yang diumumkan oleh "otoritas tertentu" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Saat ini, satu-satunya rute yang diizinkan Iran adalah koridor yang mengikuti garis pantai negara tersebut.

Nota Kesepahaman Sementara Iran-AS

Sebelumnya, pekan lalu Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang mereka. Nota tersebut menetapkan bahwa kapal-kapal komersial dapat melintasi selat secara gratis selama 60 hari ke depan. Namun, dengan negosiasi yang masih berlangsung, belum jelas pengaturan apa yang akan berlaku setelah periode 60 hari tersebut.

Peringatan IRGC ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai masa depan Selat Hormuz. Iran bersikeras untuk mengatur lalu lintas di selat tersebut, sementara AS bersikukuh bahwa selat itu adalah perairan internasional yang bebas dilintasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga