Moskow - Perayaan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Rusia tahun ini memiliki perbedaan mencolok. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, Rusia tidak menggelar parade peralatan militer canggihnya di Lapangan Merah, Moskow.
Parade Tanpa Alat Berat
Dilansir dari BBC dan CNN, parade yang digelar pada Sabtu (9/5) itu biasanya menampilkan tank, peluncur roket, rudal balistik antarbenua, dan berbagai persenjataan canggih. Namun, tahun ini tidak ada satu pun alat berat yang dipamerkan. Sebagai gantinya, Kremlin menampilkan video persenjataan di layar raksasa yang dipasang di lokasi.
Presiden Vladimir Putin tetap hadir dan menyampaikan pidato. Ia kembali menghubungkan invasi Rusia ke Ukraina dengan perjuangan Uni Soviet melawan Nazi Jerman. "Prestasi besar generasi pemenang menginspirasi para prajurit yang menjalankan tugas operasi militer khusus hari ini. Mereka menghadapi kekuatan agresif yang dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO. Namun, para pahlawan kita terus maju," ujar Putin.
Atraksi Terbang dan Partisipasi Asing
Parade diawali dengan atraksi terbang lintas pesawat tempur di atas Kremlin. Jet tempur Rusia melakukan formasi udara dengan asap warna bendera nasional. Sebanyak empat unit parade, termasuk dari Korea Utara, ikut berpartisipasi. Media pemerintah RIA Novosti melaporkan lebih dari 1.000 tentara dari 'operasi militer khusus' turut serta.
Jumlah tamu di tribun juga lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemimpin dunia yang hadir pun tidak sebanyak biasanya. Meskipun demikian, perayaan tetap berlangsung khidmat dengan barisan tentara yang berjalan di depan Mausoleum Lenin.
Keputusan untuk tidak memamerkan alat berat ini dinilai sebagai langkah hati-hati Kremlin di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina. Namun, melalui video yang ditampilkan, Rusia tetap menunjukkan kekuatan militernya kepada dunia.



