Kabar duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Empat prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Prajurit terakhir yang gugur adalah Praka Rico Pramudia (31), yang meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB, setelah dirawat di Rumah Sakit St. George di Beirut akibat luka parah dari serangan di Lebanon selatan.
Kronologi Gugurnya Prajurit TNI
Praka Rico Pramudia terluka berat akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3) malam. Serangan yang diduga berasal dari militer Israel tersebut juga menyebabkan satu prajurit TNI lainnya gugur dan dua prajurit terluka pada malam yang sama. Para prajurit tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Keesokan harinya, Senin (30/3), PBB mengonfirmasi dua prajurit TNI lagi meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Dengan demikian, total empat prajurit TNI gugur dalam rentang waktu dua hari.
Daftar Prajurit TNI yang Gugur
- Praka Farizal Rhomadhon
- Praka Rico Pramudia
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan
Prajurit yang Terluka
- Praka Bayu Prakoso
- Praka Arif Kurniawan
- Dua prajurit lainnya luka akibat ledakan konvoi logistik UNIFIL pada 30 Maret.
Panglima TNI Sampaikan Dukacita
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya para prajurit. Ia juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Rico dari Praka menjadi Kopda anumerta. "Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon," demikian keterangan Puspen TNI.
Puspen TNI menegaskan bahwa pengabdian, keberanian, dan dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit dan bangsa Indonesia. "Gugurnya beliau adalah kehilangan besar, namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia," katanya. Doa pun dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan.
Kemlu Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan duka cita mendalam dan mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian. "Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026," demikian pernyataan resmi Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia melalui koordinasi intensif dengan UNIFIL, Pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut telah memastikan penanganan medis cepat dan optimal. Namun, akibat luka berat, nyawa Praka Rico tidak tertolong. Pemerintah terus berkoordinasi untuk repatriasi jenazah dengan penuh penghormatan.
Kemlu RI menegaskan bahwa serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap fakta dan memastikan pertanggungjawaban. "Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar," imbuh Kemlu, seraya terus berkoordinasi dengan PBB dan negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan personel di lapangan.



