Arab Saudi Larang AS Gunakan Wilayah Udara untuk Operasi Selat Hormuz
Arab Saudi Larang AS Gunakan Wilayah Udara untuk Operasi

Jakarta - Arab Saudi dilaporkan melarang Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah udaranya dan pangkalannya untuk melancarkan operasi di Selat Hormuz. Namun, Arab Saudi masih memberikan akses pangkalan jika untuk kegiatan lain.

Larangan Penggunaan Wilayah Udara

Sumber AFP, seperti dilansir Jumat (8/5/2026), mengatakan akses AS ke wilayah udara dan pangkalan Saudi akan berlanjut, namun untuk penggunaan lain. Arab Saudi disebut telah berulang kali menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Iran.

Laporan media AS pada Kamis (7/5) mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Saudi, berbicara langsung dengan Trump dan menolak mengizinkan pasukan AS menggunakan wilayah udara dan pangkalan Saudi untuk operasi tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penolakan Operasi Project Freedom

Arab Saudi "tidak mengizinkan penerbangan untuk operasi kebebasan (project freedom)," kata salah satu sumber kepada AFP. "Arab Saudi menentang operasi tersebut karena merasa itu hanya akan meningkatkan situasi dan tidak akan berhasil," ujar sumber tersebut.

Selain itu, Wakil Menteri Diplomasi Publik Arab Saudi, Rayed Krimly, mengatakan kerajaan "mempertahankan posisinya mendukung upaya de-eskalasi dan negosiasi," dalam sebuah unggahan di media sosial.

Konteks Ketegangan AS-Iran

Komentar tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun Iran menyerang tiga kapal perusak Amerika di Selat Hormuz. Militer AS mengatakan telah melakukan serangan terhadap target militer Iran sebagai tanggapan, meskipun Teheran menuduh Washington yang memulai baku tembak tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga