8 Personel Militer Iran Tewas dalam Serangan AS Terbaru
8 Personel Militer Iran Tewas dalam Serangan AS

Sedikitnya delapan personel militer Iran dilaporkan tewas akibat gelombang serangan terbaru Amerika Serikat (AS) di wilayah selatan negara tersebut pada Rabu (8/7). Teheran menyebut serangan-serangan Washington sebagai "agresi kriminal".

Iran dan AS kembali terlibat aksi saling serang setelah sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz dihantam serangan, yang diduga didalangi oleh Teheran. Washington menggempur puluhan target Iran, baik di darat maupun di laut, untuk membalas serangan terhadap kapal di Selat Hormuz tersebut. Iran kemudian menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, terutama Kuwait dan Bahrain, sebagai pembalasan lebih lanjut.

Pernyataan Militer Iran

"Menyusul agresi kriminal yang dilakukan pagi ini oleh militer teroris AS terhadap wilayah-wilayah di Iran bagian selatan, delapan anggota pemberani dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut militer Republik Islam Iran di Bandar Abbas (wilayah selatan) dan Bushehr (wilayah barat daya) gugur sebagai syuhada," demikian pernyataan militer Iran, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Kamis (9/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan adanya rentetan ledakan di sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran, setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan baru. Menurut laporan kantor berita IRNA, suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish dan sejumlah ledakan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar, yang sebagian mengalami pemadaman listrik.

Serangan Meluas hingga Bushehr

Laporan IRNA juga menyebutkan adanya serangan terhadap pangkalan militer di wilayah pesisir Bushehr, yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sipil di Iran. Di wilayah Iran bagian timur laut, menurut laporan sejumlah media resmi Teheran, sebuah jembatan kereta api rusak usai dihantam serangan udara AS.

Buntut aksi saling serang antara Iran dan AS tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata kedua negara telah berakhir. Trump bahkan menyebut pemimpin Iran sebagai "sampah" dan "tidak waras".

"Saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Mereka sampah, mereka orang-orang sakit, mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa, dan mereka orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya," ucap Trump merujuk pada kepemimpinan Iran saat ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga