6 Awak Pesawat Militer AS Tewas dalam Kecelakaan di Irak, Tak Ada yang Selamat
Tragedi menimpa militer Amerika Serikat (AS) di Irak dengan dikonfirmasinya kematian seluruh enam awak pesawat militer yang jatuh pekan ini. Tidak ada korban selamat dalam insiden ini, yang telah dibantah oleh Washington disebabkan oleh serangan Iran.
Detail Insiden dan Pernyataan Resmi
Pesawat militer AS jenis KC-135 Stratotanker, sebuah pesawat pengisian bahan bakar di udara, jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3) waktu setempat. Kecelakaan terjadi saat pesawat tersebut mendukung Operation Epic Fury, operasi militer AS bersama Israel dalam melawan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengeluarkan pernyataan terbaru pada Sabtu (14/3/2026). "Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak bagian barat kini telah dikonfirmasi meninggal dunia," kata CENTCOM, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Identitas keenam personel militer AS yang tewas masih dirahasiakan hingga 24 jam setelah keluarga-keluarga korban diberitahu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan prosedur standar dalam menangani insiden semacam ini.
Penyebab dan Investigasi Berlangsung
Penyebab jatuhnya pesawat militer AS tersebut masih diselidiki secara menyeluruh oleh pihak berwenang. CENTCOM telah menegaskan bahwa pesawat KC-135 itu jatuh bukan akibat tembakan musuh atau tembakan sekutu (friendly fire).
"Situasi seputar insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, jatuhnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau friendly fire," tegas CENTCOM dalam pernyataannya. Pernyataan sebelumnya menyebutkan bahwa pesawat mengalami insiden saat mengudara di wilayah udara Irak, yang digambarkan sebagai "wilayah udara sekutu".
Menurut laporan CENTCOM, ada dua pesawat militer yang terlibat dalam insiden di Irak. Satu pesawat, yaitu KC-135, jatuh di Irak bagian barat, sedangkan satu pesawat lainnya, yang tidak disebutkan jenisnya, berhasil mendarat dengan selamat tanpa korban jiwa.
Reaksi dari Pejabat AS dan Dampak Operasi
Dalam konferensi pers bersama, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pemimpin Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine memberikan tanggapan atas insiden ini. Hegseth menyatakan bahwa perang adalah "neraka" setelah CENTCOM mengumumkan jatuhnya pesawat militer KC-135 tersebut.
"Perang adalah kekacauan dan seperti yang kita lihat kemarin dengan kecelakaan tragis pesawat tanker KC-135 kita, hal-hal buruk dapat terjadi," ucap Hegseth, menekankan risiko tinggi dalam operasi militer.
Dengan tambahan kematian di Irak ini, jumlah tentara AS yang tewas sejak Operation Epic Fury dimulai pada akhir Februari lalu bertambah menjadi sedikitnya 13 personel. Ini menandai peningkatan signifikan dalam korban jiwa dalam konflik yang sedang berlangsung.
Insiden ini menyoroti kompleksitas dan bahaya operasi militer di zona konflik, sementara investigasi terus dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
