Serangan Iran Rusak Lima Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS di Pangkalan Arab Saudi
Riyadh - Sedikitnya lima pesawat militer Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran serangan Iran di kompleks pangkalan udara Pangeran Sultan, Arab Saudi. Militer Washington menegaskan bahwa kelima pesawat tersebut tidak hancur total dan masih dalam kondisi yang dapat diperbaiki.
Laporan Media dan Sumber Militer
Menurut laporan dari Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip oleh Anadolu Agency dan Reuters pada Sabtu (14/3/2026), kerusakan ini dialami oleh pesawat pengisian bahan bakar di udara milik Angkatan Udara AS. WSJ mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, sementara Pentagon belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut.
Kelima pesawat, yang merupakan jenis KC-135 Stratotanker, terkena serangan saat berada di darat di pangkalan udara Pangeran Sultan, yang terletak di area al-Kharj, Arab Saudi. Pangkalan ini dikenal sebagai lokasi penempatan puluhan jet tempur AS di kawasan Timur Tengah.
Detail Serangan dan Kondisi Pesawat
Dua sumber pejabat AS yang dikutip WSJ menyebutkan bahwa serangan rudal Iran menargetkan pangkalan militer Saudi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan kerusakan pada pesawat-pesawat AS. Meskipun rusak, pesawat-pesawat tersebut tidak hancur sepenuhnya dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat insiden ini.
Insiden di Arab Saudi terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah pesawat militer AS lainnya, juga jenis KC-135, jatuh di wilayah Irak. Dalam kejadian tersebut, sedikitnya enam personel militer AS tewas. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa jatuhnya pesawat di Irak bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau tembakan sekutu, dan penyebabnya masih diselidiki secara menyeluruh.
Respons Pertahanan dan Konteks Serangan
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil mencegat dan menghancurkan sedikitnya delapan drone yang terdeteksi di wilayah udaranya sejak Sabtu (14/3) pagi waktu setempat. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, yang menampung aset militer AS.
Iran melakukan serangan ini sebagai balasan atas gempuran yang dilakukan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu, meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Insiden ini menyoroti kerentanan aset militer AS di luar negeri dan potensi eskalasi konflik regional.
