13 Tentara AS Tewas, 200 Luka dalam Perang dengan Iran: Korban Terus Bertambah
13 Tentara AS Tewas, 200 Luka dalam Perang dengan Iran

Korban Jiwa Militer AS Meningkat dalam Konflik dengan Iran

Perang yang dikobarkan Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran telah memasuki minggu ketiga, dengan korban jiwa dari kalangan personel militer AS terus bertambah. Data terbaru menunjukkan bahwa belasan tentara AS tewas, sementara jumlah tentara yang mengalami luka-luka telah mencapai sekitar 200 personel.

Detail Korban dan Cedera yang Dialami Pasukan AS

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, melaporkan bahwa dari 200 tentara AS yang luka-luka, sebagian besar mengalami cedera ringan. Sebanyak 180 tentara AS di antaranya telah kembali bertugas setelah menjalani perawatan. Namun, situasi tidak sepenuhnya mulus, karena sebanyak 10 tentara AS lainnya mengalami cedera serius yang memerlukan penanganan intensif.

Sejak perang berkecamuk pada 28 Februari 2026, sedikitnya 13 tentara AS tewas akibat serangan Iran dan dalam berbagai insiden di kawasan Timur Tengah. Rincian korban tewas ini mencakup:

  • Enam tentara AS tewas akibat serangan drone Iran yang menghantam pangkalan militer di Kuwait.
  • Satu tentara AS lainnya, yang terluka dalam serangan di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 1 Maret, meninggal dunia karena luka-lukanya sekitar tujuh hari kemudian.
  • Enam tentara AS tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Irak pada 12 Maret. CENTCOM menegaskan bahwa jatuhnya pesawat militer jenis pengisian bahan bakar di udara ini bukan disebabkan oleh serangan Iran, dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Serangan Balasan Iran dan Dampaknya di Kawasan Teluk

Iran telah melancarkan gelombang serangan pembalasan terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, sebagai respons atas pengeboman yang dilakukan oleh AS dan Israel. Rentetan serangan ini telah menghantam sejumlah target strategis, termasuk:

  1. Misi diplomatik dan kedutaan besar.
  2. Hotel dan bandara di wilayah Teluk Arab.
  3. Infrastruktur energi, yang memicu kerusakan signifikan dan mengganggu pasokan.

Di sisi lain, militer AS mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap lebih dari 7.000 target di berbagai wilayah Iran, menunjukkan intensitas konflik yang tinggi. Selain itu, seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa selusin drone MQ-9 milik AS, yang dilengkapi dengan kamera, sensor, radar canggih, dan kemampuan senjata rudal, telah dihancurkan dalam perang ini.

Konflik ini terus memanas, dengan laporan bahwa Israel sedang mempersiapkan rencana untuk tiga minggu ke depan, sementara Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, meski bukan dalam pekan ini. Situasi di Timur Tengah tetap tegang, dengan korban sipil dan militer yang diperkirakan masih akan bertambah seiring berlanjutnya pertempuran.