Wamendagri Bima Arya Soroti Peran Strategis Kampus Hadapi Bonus Demografi
Wamendagri: Kampus Punya Peran Strategis Hadapi Bonus Demografi

Wamendagri Bima Arya Soroti Peran Strategis Kampus Hadapi Bonus Demografi

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dan mendesak dalam mengoptimalkan bonus demografi Indonesia untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Tahunan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Barat Bidang Ilmu Sosial di Universitas Lampung, Jumat (17/4/2026).

Bonus Demografi sebagai Peluang Terbatas yang Menentukan Masa Depan

Dalam paparannya, Bima Arya menggambarkan bonus demografi sebagai peluang besar yang bersifat terbatas dan sangat menentukan masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa momentum ini perlu dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah dan dunia akademik.

"Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah bagaimana memaksimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas. Ini adalah momentum yang tidak banyak disadari," ujar Bima. Ia mengutip proyeksi Bank Dunia yang menyebutkan Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia dalam dua dekade mendatang. Namun, peluang ini bergantung pada kemampuan negara keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Kampus sebagai Pusat Pengetahuan dan Think Tank

Bima mendorong kalangan akademisi untuk memperkuat basis data dan riset dalam menganalisis posisi Indonesia terkait bonus demografi. Menurutnya, kampus berperan ganda sebagai pusat pengetahuan sekaligus think tank yang mampu menjembatani teori dengan implementasi kebijakan nyata.

"Ini tantangan saya untuk teman-teman kampus, mari kita kompilasi data itu. Kemendagri akan urun rembuk, kita akan bertukar ide dan berbagi data," tegasnya. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis bukti.

Empat Kunci Keberhasilan Menuju Negara Maju

Lebih lanjut, Bima menyebutkan empat kunci keberhasilan yang diperlukan untuk mencapai status negara maju:

  1. Visi nasional yang berkelanjutan dan konsisten.
  2. Kemandirian dalam berbagai aspek pembangunan.
  3. Kepemimpinan yang efektif dan visioner.
  4. Kolaborasi dan inovasi yang terus-menerus.

Ia mengidentifikasi beberapa tantangan utama Indonesia saat ini, antara lain:

  • Sinkronisasi kebijakan yang belum optimal antarlembaga.
  • Basis riset yang masih lemah dan kurang terintegrasi.
  • Ketimpangan kapasitas fiskal antar daerah yang menghambat pemerataan.

Pembangunan Berkelanjutan dan Peran SDM Unggul

Bima menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang dijalankan secara substantif dan berbasis data, bukan sekadar simbolik. Perguruan tinggi diharapkan berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia unggul, termasuk melalui penguatan green leadership atau kepemimpinan yang peduli lingkungan.

Melalui forum ini, Bima berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi semakin menguat dalam memanfaatkan bonus demografi. Tujuannya adalah melahirkan kebijakan yang adaptif, berbasis riset, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar yang diadakan di Universitas Lampung ini menjadi wadah penting untuk mendiskusikan kontribusi nyata akademisi dalam menghadapi tantangan demografi yang akan menentukan arah bangsa ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga