Upacara Serah Terima Pengawal Istana Dibuka untuk Publik Atas Arahan Presiden Prabowo
Satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Republik Indonesia telah melaksanakan Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu, 15 Februari 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan atraktif ini dijadwalkan rutin setiap hari Minggu pukul 08.00 WIB, sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Instruksi Presiden untuk Keterbukaan Publik
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam keterangan tertulisnya, Teddy menyatakan bahwa masyarakat umum, termasuk para peserta Car Free Day (CFD), diundang untuk menyaksikan prosesi tersebut secara langsung. "Atas instruksi Bapak Presiden, Satuan Paspampres setiap hari Minggu pagi pukul 08.00 WIB melaksanakan Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan di depan Istana Merdeka yang dapat disaksikan oleh masyarakat sekitar, para peserta Car Free Day, serta warga yang datang khusus untuk melihat prosesi tersebut," ujar Teddy.
Kemegahan Prosesi dengan Personel dan Kuda
Prosesi serah terima ini dikemas dengan penuh khidmat sekaligus menarik perhatian. Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Sumantha, yang meneruskan arahan Presiden, menghadirkan upacara yang tidak hanya mencerminkan kedisiplinan dan profesionalisme, tetapi juga nilai estetika yang membanggakan. Setiap pelaksanaannya melibatkan sekitar 150 personel Paspampres dan 30 ekor kuda, menambah kemegahan dan kekhidmatan acara. Barisan pasukan berkuda dengan formasi rapi dan gerakan terkoordinasi menjadi daya tarik visual yang memikat perhatian warga.
Teddy menambahkan bahwa upacara ini dirancang untuk menjadi atraksi yang menarik dan gagah, sekaligus menjadi spot swafoto bagi masyarakat di depan Istana Kepresidenan, Jakarta. Antusiasme warga terlihat sangat besar, dengan banyaknya orang yang hadir untuk menyaksikan prosesi ini secara langsung.
Sambutan Positif dari Masyarakat
Masyarakat yang hadir memberikan tanggapan positif terhadap upacara tersebut. Fadil, seorang pesepeda asal Jakarta Timur, mengaku baru pertama kali menyaksikan kegiatan ini dan menilainya sangat bagus serta inspiratif. "Hari ini saya menyaksikan acara serah terima tugas, ini saya baru pertama kali melihat seperti ini dan itu sangat bagus sekali," kata Fadil. Ia juga mengapresiasi suasana akrab antara petugas pengamanan dan masyarakat, yang mencerminkan kedekatan Istana dengan rakyat.
Suprianto, pesepeda asal Bekasi, menilai bahwa kegiatan ini berdampak positif dalam mempererat hubungan antara aparat pengamanan dan masyarakat. "Walaupun pengamanan, tapi dengan masyarakat tetap dekat, jadi tidak ada jarak antara Istana dengan rakyat," ujarnya. Ia berharap acara ini dapat terus berlanjut untuk menjaga keakraban tersebut.
Makna dan Dampak Sosial
Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan ini tidak hanya sekadar ritual seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam membangun transparansi dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan dibukanya acara untuk publik, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Istana lebih terbuka dan dapat diakses oleh rakyat. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan citra positif dan meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan kenegaraan.
Kehadiran ratusan personel dan kuda dalam prosesi ini juga menjadi simbol kekuatan dan kesiapan satuan pengamanan presiden dalam menjalankan tugasnya. Masyarakat yang menyaksikan dapat merasakan langsung profesionalisme dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Paspampres, sekaligus menikmati pertunjukan yang sarat dengan nilai budaya dan tradisi militer Indonesia.



