Timwas Haji DPR Terima Laporan Penumpukan Jemaah di Mekah
Timwas Haji DPR Terima Laporan Penumpukan Jemaah Mekah

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mulai menerima laporan awal terkait adanya penumpukan jemaah haji di sejumlah titik transportasi bus di Mekah. Meskipun situasi tersebut belum tergolong genting, ia menekankan pentingnya antisipasi dini sebelum seluruh jemaah memasuki fase puncak haji.

Penumpukan di Beberapa Stasiun Bus

Syarief menyatakan, "Cuma saya lihat di Mekah, di beberapa stasiun kayaknya masih ada penumpukan." Ia menyampaikan hal tersebut jelang keberangkatannya ke Tanah Suci, Senin (18/5), seperti dikutip dari situs DPR. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada laporan gangguan besar terkait transportasi maupun penerbangan jemaah haji Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar biasanya muncul saat mobilisasi massal jemaah menuju Armuzna.

Pelajaran dari Pengalaman Dua Tahun Lalu

Berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, Syarief menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting. Pada tahun lalu, banyak jemaah terlambat diangkut dari Muzdalifah menuju Mina. Jemaah harus menunggu berjam-jam di tengah suhu ekstrem Arab Saudi karena keterlambatan angkutan. "Yang saya alami dua tahun yang lalu itu kan pada saat dari Muzdalifah kemudian untuk dibawa ke Mina itu ada yang sampai jam 11, jam 12 siang dalam kondisi cuaca terik," ungkapnya. Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan jemaah, terutama lansia dan yang memiliki penyakit bawaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fokus Pengawasan pada Fase Armuzna

Timwas DPR akan fokus mengawasi pola pengangkutan jemaah selama fase Armuzna, termasuk proses pemulangan jemaah setelah rangkaian ibadah selesai. "Termasuk nanti pengangkutan jemaah haji pulangnya. Jangan sampai ada yang terlambat sampai 10 jam, 6 jam. Nah, ini kita harapkan tidak terjadi," tegas Syarief.

Masalah Klasik Penginapan

Selain transportasi, Syarief juga menyoroti persoalan penginapan yang masih menjadi masalah klasik. Ia menyebut masih ditemukan kamar hotel yang diisi hingga enam orang. "Masalah sekarang ini kan masih ada yang klasik ya, penginapan. Ada yang satu kamar masih enam orang. Nah, ini tentu harus kita lihat, kenapa sampai kondisi itu terjadi," katanya. Kepadatan kamar tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik jemaah di tengah suhu panas mencapai 40 derajat Celsius.

Peningkatan Koordinasi Layanan

Syarief meminta pemerintah dan penyelenggara haji meningkatkan koordinasi layanan agar masalah transportasi dan akomodasi dapat diantisipasi lebih cepat. Ia juga mengimbau jemaah untuk disiplin mengikuti arahan petugas dan menjaga kesehatan selama di Tanah Suci. "Kepada jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji sekarang, saya berharap ikuti segala petunjuk yang dikeluarkan oleh penyelenggara haji. Kemudian juga jaga kesehatan, karena memang sekarang ini cuacanya cukup panas, cukup tinggi ya, 40 derajat dan perbanyak minum," tandas Syarief. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran ibadah haji tahun ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga