Survei Poltracking: MBG Jadi Program Paling Dirasakan Manfaatnya, 55% Publik Puas
Survei terbaru dari Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebanyak 55% responden menyatakan kepuasan terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini.
Metodologi dan Cakupan Survei
Survei ini dilaksanakan pada periode 2 hingga 8 Maret 2025 dengan melibatkan total 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan pemilihan responden secara acak melalui multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Program Paling Dominan Dirasakan Manfaatnya
Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amwari, memaparkan lima program yang paling dominan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hasil survei menunjukkan bahwa MBG menduduki peringkat teratas dengan 36,5% responden menilainya sebagai program paling bermanfaat. Program-program lain yang mengikutinya meliputi:
- Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan 11%
- Layanan kesehatan gratis dengan 9,6%
- Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan 8,6%
- Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan 7,2%
Masduri menegaskan, "Setidaknya ada 5 program paling dominan dirasakan manfaatnya oleh publik, dengan MBG sebagai yang terdepan."
Ketepatan Sasaran Program MBG
Dari sisi ketepatan sasaran, MBG kembali menempati posisi teratas dengan persentase 32,1%. Program ini diikuti oleh KIP dengan 10,4%, Bantuan Subsidi Upah dengan 9,1%, KIS dengan 8,9%, dan layanan kesehatan gratis dengan 8,5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa MBG tidak hanya unggul dalam hal manfaat, tetapi juga dinilai paling tepat sasaran oleh masyarakat.
Tingkat Kesadaran dan Kepuasan Publik terhadap MBG
Survei ini juga mendalami secara khusus program MBG. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kesadaran publik terhadap program ini sangat tinggi, mencapai angka 88%. Namun, tingkat kepuasan publik masih berada di angka 55%, yang mengindikasikan adanya ruang untuk perbaikan.
Masduri menyatakan, "Dari data ini, 88% publik tahu terhadap program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini di 55%."
Rekomendasi untuk Peningkatan Program
Masduri menilai bahwa pemerintah perlu melakukan langkah komunikasi strategis untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap program MBG. Ia menekankan bahwa berbagai catatan dan masukan dari masyarakat harus menjadi perhatian utama agar pelaksanaan program dapat diperbaiki secara signifikan.
"Artinya pemerintah perlu melakukan komunikasi strategis untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap makan bergizi gratis. Supaya tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berkaitan dengan MBG ini berjalan dengan baik dan yang paling fundamental tentu memperbaiki catatan dan masukan yang sejauh ini sangat banyak terhadap program MBG ini," ujarnya.
Survei ini memberikan gambaran yang jelas tentang persepsi publik terhadap program prioritas pemerintah, dengan MBG sebagai fokus utama yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk optimalisasi.



