Survei Pilpres 2029: Sjafrie Sjamsoeddin Muncul sebagai Lawan Kuat Prabowo Subianto
Hasil survei terbaru dari Indonesian Public Institute (IPI) mengungkapkan peta elektabilitas calon presiden untuk Pilpres 2029, dengan munculnya sejumlah sosok baru yang dinilai mampu menjadi penantang serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang masuk dalam 10 besar bursa calon presiden.
Prabowo dan Gibran Memimpin, Sjafrie Masuk 10 Besar
Survei yang bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' ini menunjukkan bahwa Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 22,3 persen, disusul oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan 12,2 persen. Namun, yang menarik adalah kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di peringkat ketujuh dengan 7,5 persen, bersama tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Pramono Anung.
Survei ini dilakukan dari tanggal 30 Januari hingga 5 Februari 2026, melibatkan 1.241 responden dari 35 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini adalah 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, memberikan gambaran yang cukup akurat tentang dinamika politik saat ini.
Kekhawatiran Stabilitas Politik
Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai calon presiden potensial telah memicu reaksi dari berbagai pengamat politik. Fernando Emas, Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), menyatakan bahwa posisi Prabowo dan Gibran di puncak survei memang tidak mengejutkan, tetapi kehadiran Sjafrie dalam daftar tersebut membuka pertanyaan sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini.
"Sjafrie bukan nama asing dalam konstelasi politik Indonesia. Sebagai sahabat karib Prabowo, ia dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan. Wataknya yang tegas dan latar belakang militer membuat sosoknya dipandang sebagai menteri paling powerful di kabinet. Ketika seorang menteri pertahanan mulai masuk dalam radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi keras di istana," ujar Fernando dalam keterangannya.
Mengingatkan Peta Politik 2004
Fernando lebih lanjut membandingkan situasi ini dengan peta politik tahun 2004, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet Megawati Soekarnoputri memutuskan maju sebagai calon presiden. SBY berhasil mengalahkan Megawati dalam Pilpres 2004 dan kemudian berkuasa selama dua periode.
"Sejarah berpotensi berulang. Sjafrie dengan segala kekuasaan dan pengaruhnya, sekaligus sahabat Prabowo, kini muncul sebagai calon presiden potensial. Polanya identik, yakni orang dalam yang menjadi ancaman terbesar. Peristiwa SBY dan Megawati adalah pelajaran paling jelas bahwa kedekatan personal tidak menjamin loyalitas politik. Ketika ambisi kekuasaan bertemu dengan peluang, bahkan persahabatan terdekat bisa berubah menjadi persaingan paling sengit," tandas Fernando.
Daftar Lengkap Hasil Survei
Berikut adalah daftar lengkap hasil survei IPI untuk elektabilitas calon presiden 2029:
- Prabowo Subianto: 22,3 persen
- Gibran Rakabuming Raka: 12,2 persen
- Ganjar Pranowo: 9 persen
- Anies Baswedan: 8,5 persen
- Dedi Mulyadi: 7,9 persen
- Pramono Anung: 7,8 persen
- Sjafrie Sjamsoeddin: 7,5 persen
- Puan Maharani: 5 persen
- Purbaya Yudhi Sadewa: 4,9 persen
- Sherly Tjoanda: 3,8 persen
- Mualem: 3,1 persen
- Sandiaga Uno: 3 persen
- AHY: 1,9 persen
- Ridwan Kamil: 1,6 persen
- Opsi lainnya: 1,5 persen
Survei ini tidak hanya memberikan gambaran tentang preferensi publik, tetapi juga menyoroti potensi pergeseran politik yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan Sjafrie Sjamsoeddin yang muncul sebagai lawan kuat, dinamika Pilpres 2029 diprediksi akan semakin panas dan penuh kejutan.