Fakta di Balik Bahaya Memegang Siput di Halaman Rumah
Fakta Bahaya Memegang Siput di Halaman Rumah

Sebuah unggahan di media sosial Instagram yang menyebutkan bahwa memegang siput di halaman rumah dapat menyebabkan otak bolong-bolong dan kelumpuhan telah menjadi viral. Unggahan dari akun @kat***** pada Minggu (21/6/2026) itu menyatakan, "Jangan pernah pegang binatang yang ada di halaman kalau nggak mau otak lu bolong-bolong. Hewan lambat ini membawa parasit mematikan yang bisa bikin manusia lumpuh dalam hitungan hari." Lantas, benarkah siput atau bekicot berbahaya bagi manusia?

Apa Kata Ilmu Pengetahuan?

Menurut para ahli, siput memang dapat membawa parasit, terutama cacing Angiostrongylus cantonensis atau yang dikenal sebagai lungworm tikus. Parasit ini dapat menyebabkan meningitis eosinofilik pada manusia jika tertelan, misalnya melalui sayuran yang tidak dicuci bersih atau siput yang dimakan mentah. Namun, risiko penularan hanya melalui kontak kulit langsung sangat rendah. Kulit manusia yang utuh merupakan barier efektif terhadap parasit tersebut.

Risiko Infeksi Melalui Luka Terbuka

Meskipun demikian, jika seseorang memiliki luka terbuka di tangan dan menyentuh siput yang terinfeksi, ada kemungkinan parasit masuk ke dalam tubuh. Gejala infeksi bisa berupa sakit kepala, kaku leher, demam, dan gangguan neurologis. Namun, kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Dr. Andi Kurniawan, spesialis penyakit tropis, mengatakan, "Masyarakat tidak perlu panik. Cuci tangan dengan sabun setelah memegang siput sudah cukup untuk mencegah risiko."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fakta vs Mitos

Unggahan yang menyebutkan "otak bolong-bolong" adalah istilah yang tidak medis dan berlebihan. Parasit A. cantonensis memang bisa menyebabkan peradangan otak, tetapi tidak secara harfiah membuat lubang di otak. Kelumpuhan dalam hitungan hari juga sangat jarang terjadi; kebanyakan kasus menunjukkan gejala ringan hingga sedang yang membaik dengan penanganan medis.

Langkah Pencegahan Sederhana

Untuk amannya, hindari memegang siput dengan tangan telanjang, terutama jika ada luka. Gunakan sarung tangan atau alat bantu. Setelah berkebun, cuci tangan hingga bersih. Sayuran dari kebun harus dicuci dan dimasak dengan benar. Dengan langkah sederhana ini, risiko tertular parasit dari siput dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Unggahan viral tersebut mengandung kebenaran bahwa siput dapat membawa parasit, tetapi klaim tentang otak bolong-bolong dan kelumpuhan cepat adalah mitos. Tetap waspada dan jaga kebersihan adalah kunci utama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga