SBY Kenang Masa Saat Hendropriyono Jadi Mentornya di Karier Militer
SBY Kenang Hendropriyono Sebagai Mentor di Karier Militer

SBY Kenang Masa Saat Hendropriyono Jadi Mentornya di Karier Militer

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY, baru-baru ini berkunjung ke Kraton Majapahit di Jakarta. Tempat ini digagas oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono. Dalam kunjungannya pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu, SBY secara terbuka menyebut Hendropriyono sebagai salah satu mentornya dalam perjalanan karier militernya.

Momen Awal Perkenalan dan Senioritas

SBY mengenang masa ketika dirinya masih berpangkat Mayor atau Letnan Kolonel, sementara Hendropriyono telah lebih dahulu mencapai pangkat Brigadir Jenderal. Meskipun terdapat perbedaan senioritas yang cukup signifikan, Hendropriyono justru memberikan kesempatan berharga kepada SBY dan rekannya, Agus Wirahadikusuma, yang saat itu masih tergolong sebagai perwira muda.

Kesempatan emas tersebut datang ketika Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan puncak Gerakan Non-Blok pada tahun 1992. SBY mengaku banyak belajar dari pengalaman tersebut, terutama karena berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pemimpin dunia seperti presiden, perdana menteri, dan pejabat tinggi negara lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Itu menjadi kenangan indah saya. Oleh karena itu saya berani mengatakan bahwa Pak Hendro juga mentor kita," ujar SBY dengan penuh penghargaan.

Pengalaman dalam Operasi Keamanan Ibu Kota

Tak hanya itu, SBY juga mengingat momen ketika ia dipercaya menjadi pembantu Hendropriyono saat menjabat sebagai Asisten Operasi Kasedam Jaya. Saat itu, situasi keamanan di ibu kota Jakarta tengah memanas dan membutuhkan pengawasan yang sangat intensif.

Dalam kondisi yang penuh tekanan tersebut, SBY bersama Hendropriyono bahkan sempat melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter untuk memastikan keamanan Jakarta tetap terkendali. Mereka meninjau langsung kawasan pusat kota hingga mendarat di salah satu titik strategis untuk melakukan evaluasi situasi secara menyeluruh.

Peran Wiranto dan Pengalaman di Yogyakarta

SBY juga menyinggung peran Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Kasedam Jaya, ketika dirinya sudah berpangkat kolonel. Pengalaman bekerja di bawah kepemimpinan Hendropriyono dan berkolaborasi dengan tokoh seperti Wiranto semakin memperkaya perjalanan karier militernya.

Kenangan lain yang tak kalah berkesan adalah ketika SBY mendapat amanah untuk memimpin wilayah Yogyakarta sebagai Komandan Korem. Dalam momen pelantikannya yang penting tersebut, Hendropriyono hadir langsung untuk memberikan dukungan dan semangat.

"Bagi saya, itu sangat bermakna," ungkap SBY tentang kehadiran Hendropriyono dalam pelantikannya di Yogyakarta.

Pelajaran Berharga dari Seorang Mentor

Pengakuan SBY ini mengungkapkan betapa pentingnya peran mentor dalam membentuk karakter dan kemampuan seorang pemimpin. Dari pengalaman menghadiri pertemuan internasional hingga terlibat dalam operasi keamanan nasional, semua momen tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan karier SBY selanjutnya.

Hubungan antara SBY dan Hendropriyono tidak hanya sekadar hubungan atasan dan bawahan, tetapi lebih merupakan hubungan pembelajaran yang saling menguntungkan. Hendropriyono memberikan ruang bagi perwira muda seperti SBY untuk berkembang, sementara SBY menunjukkan dedikasi dan kemampuan yang akhirnya membawanya ke puncak karier militer dan politik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga