Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Konsistensi Kinerja di Aceh Tamiang
Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja di Aceh Tamiang

Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Konsistensi Kinerja di Aceh Tamiang

Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, memberikan pengarahan penting kepada Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan gelombang ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Dalam pesannya, Bima Arya menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja hingga akhir masa penugasan.

Penugasan Terakhir dengan Tanggung Jawab Besar

Bima menegaskan bahwa gelombang ketiga ini berpotensi menjadi penugasan terakhir bagi para praja di Aceh Tamiang. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk mengakhiri masa pengabdian dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif sama sekali. "Perlombaan sering kali ditentukan bukan bagaimana kita start, tetapi bagaimana kita bisa menutup dan mengakhiri," tegas Bima Arya dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (2/4/2026).

Transformasi Kondisi Aceh Tamiang dalam Tiga Bulan

Dalam arahan tersebut, Bima mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang benar-benar berada dalam situasi sulit. "Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Namun, berkat kerja keras praja sebelumnya bersama pemerintah daerah (Pemda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), situasi telah berangsur pulih dalam kurun waktu tiga bulan. Saat ini, aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.

Tantangan Baru yang Menuntut Keterlibatan Langsung

Meski kondisi telah membaik, Bima mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi praja tidak lantas lebih ringan, melainkan memiliki karakter yang berbeda. "Jangan salah memahami situasi membaca lapangan, jangan pernah menganggap enteng," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa jika sebelumnya praja berperan dalam pemulihan fungsi pemerintahan, maka pada tahap ini penugasan lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Praja harus mampu beradaptasi dengan dinamika baru di lapangan.

Menjaga Nama Baik Institusi dan Pembelajaran Praktis

Selain konsistensi kinerja, Bima juga menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi. "Tolong selalu jaga nama baik dari institusi kebanggaan kita IPDN dan Kemendagri," pesannya. Ia mendorong para praja untuk memanfaatkan masa penugasan ini sebagai ruang pembelajaran yang berharga bagi pengembangan kompetensi mereka di masa depan.

Tinjauan Langsung ke Lokasi Penugasan

Sebelum apel penerimaan yang dilaksanakan pada Rabu (1/4), Bima Arya telah meninjau langsung titik operasi di Dusun Bahagia dan Dusun Amalia yang akan menjadi lokasi penugasan praja. Di lokasi tersebut, praja akan difokuskan pada kegiatan:

  • Pembersihan lumpur di rumah warga
  • Perbaikan sistem drainase
  • Pemulihan jalan desa

Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana yang masih terus dilakukan di Aceh Tamiang.

Dengan arahan ini, Bima Arya berharap para praja IPDN dapat menyelesaikan penugasan mereka dengan baik, memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan Aceh Tamiang, sekaligus membangun pengalaman berharga untuk masa depan mereka dalam pelayanan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga