Pertemuan Penuh Makna: Sugianto, PMI Penyelamat Lansia di Korsel, Disalami Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini bertemu dengan Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat, yang dikenal karena aksi heroiknya menyelamatkan lansia dari kebakaran hutan di Korea Selatan. Pertemuan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae, pada Rabu, 1 April 2026, di mana Sugianto diundang secara terhormat oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat menjamu delegasi Indonesia.
Kisah Heroik di Tengah Kobaran Api
Kebakaran hutan yang bermula di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, pada 25 Maret 2025 sekitar pukul 11 malam, menjadi momen ujian bagi Sugianto. Bersama kepala komunitas nelayan desa, Yoo Myung-sin, ia segera bertindak dengan mengetuk pintu rumah-rumah tetangga dan memperingatkan warga yang sedang beristirahat untuk segera mengungsi. Desa tepi laut tempat tinggalnya, yang terletak di daerah landai, menyulitkan para lansia untuk evakuasi sendiri.
"Yang saya pikirkan hanyalah menyelamatkan para nenek dan penduduk dengan cepat," ungkap Sugianto, seperti dilansir dari Korea JoongAng Daily. Untuk memastikan evakuasi cepat, ia dan Yoo menggendong tetangga lansia di punggung mereka, lalu berlari ke tanggul sekitar 300 meter dari permukiman. Sugianto membantu sekitar tujuh orang dewasa yang lebih tua untuk mengungsi dari kebakaran Uiseong, meski ia sendiri tidak ingat seberapa jauh berlari melintasi desa.
Detik-Detik Mencekam dan Pujian Warga
Sugianto mengaku ketakutan saat melihat salah satu toko dilalap api sambil menggendong seorang wanita tua di punggungnya. Wanita itu terbangun setelah mendengar teriakan "Cepat! Cepat!". Seorang penduduk Yeongdeok yang berusia 90-an bahkan menyatakan, "Orang-orang mungkin telah meninggal jika bukan karena nelayan Indonesia itu." Warga desa memuji Sugianto dan Yoo atas kepahlawanan mereka, dengan beberapa mengungkapkan keinginan untuk hidup dan bekerja bersama pemuda bertanggung jawab seperti dia.
Desa tersebut memiliki sekitar 60 penduduk, yang semuanya dievakuasi dengan selamat ke tanggul ketika kebakaran mencapai Yeongdeok. Aksi Sugianto ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menginspirasi banyak pihak.
Penghargaan dan Apresiasi Tingkat Tinggi
Atas aksi heroiknya, Sugianto menerima berbagai penghargaan, termasuk:
- The Order of Civil Merit dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada awal tahun lalu.
- Apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) Republik Indonesia.
- Pengangkatan sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.
- Visa jenis F-2 dari Kementerian Kehakiman Korea Selatan, yang memungkinkannya tinggal di negara itu hingga lima tahun.
Nelayan Indonesia yang telah tinggal di Korsel sekitar sembilan tahun ini pun diundang ke pertemuan resmi antara kedua negara, di mana ia berdiri di samping Presiden Lee Jae Myung dengan mengenakan setelan jas lengkap.
Momen Haru dengan Presiden Prabowo
Dalam pertemuan tersebut, Sugianto sempat bercakap-cakap dengan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo lantas menyalaminya dan beberapa kali menepuk punggungnya sebagai tanda bangga. Sebelum meninggalkan Sugianto, Prabowo memberikan pesan singkat namun bermakna: "Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu." Momen ini menegaskan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan keberanian Sugianto sebagai perwakilan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Kisah Sugianto ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas dapat melampaui batas negara, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan dan dukungan bagi pekerja migran Indonesia di seluruh dunia.



