SBY Apresiasi Penguatan Rupiah dan IHSG, Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintahan Prabowo
SBY Apresiasi Penguatan Rupiah dan IHSG, Ucapkan Terima Kasih

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi secara signifikan dalam dua hari terakhir, yaitu pada 9 hingga 10 Juni 2026. Dalam pernyataannya, SBY menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah serta negara atas capaian positif ini.

Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dan IHSG

Pada Selasa pagi, 9 Juni 2026, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp18.141 per dolar AS. Namun, keesokan harinya, pada Rabu 10 Juni 2026, rupiah berhasil menguat ke posisi Rp17.912 per dolar AS. Sementara itu, IHSG juga menunjukkan performa positif dengan menguat sebesar 82,58 poin atau naik 1,44 persen ke level 5.829 pada awal perdagangan pagi hari yang sama.

SBY melalui akun resmi Twitter-nya, @SBYudhoyono, menuliskan, "Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ 'a good beginning'."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemerintahan Prabowo Dinilai Mampu Atasi Tekanan Ekonomi

Lebih lanjut, SBY menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang memadai untuk mengatasi tekanan ekonomi yang tengah dihadapi. Menurutnya, masih tersedia berbagai opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal sehingga pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan rupiah dan IHSG yang sebelumnya terjadi secara berturut-turut dalam jumlah besar.

"Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya rupiah dan IHSG," ujar SBY. Ia menambahkan bahwa jika tidak ada langkah tegas, pelemahan saham dan mata uang bisa menjadi tidak terkendali. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi riil, terutama situasi fiskal dan APBN termasuk beban utang, yang berpadu dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang negatif.

Harapan SBY untuk Stabilitas Ekonomi

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Beberapa langkah yang disarankan antara lain menyehatkan APBN, membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah, serta mencegah kenaikan harga barang dan jasa yang dapat memukul kehidupan rakyat. Selain itu, SBY juga menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan investor.

"Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan pasar. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian," katanya.

SBY juga meminta pemerintah untuk melindungi rakyat yang sangat terdampak oleh situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM. Ia mengakui bahwa semua ikhtiar pemerintah memerlukan waktu, berdasarkan pengalamannya menangani tekanan ekonomi serupa saat memimpin Indonesia.

"Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, 'in crucial thing, unity'. 'In important thing, dialogue' dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," pungkas SBY.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga