Said Abdullah Sesalkan Konflik Iran-AS-Israel dan Berharap Segera Berakhir
Said Abdullah Sesalkan Konflik Iran-AS-Israel, Harap Berakhir (06.03.2026)

Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, telah menyatakan sikapnya terkait konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Said dengan tegas menyatakan penyesalan mendalam atas terjadinya konflik tersebut.

Penyesalan dan Harapan untuk Perdamaian

"Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi. Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami, jangan sampai itu terjadi," kata Said di Kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya, seperti dikutip dari detikJatim, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan ini disampaikan Said saat DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar acara peringatan Nuzulul Quran pada hari yang sama. Acara tersebut menghadirkan 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa, menambah nuansa keprihatinan dalam konteks kemanusiaan.

Duka atas Gugurnya Ali Khamenei

Said juga menyatakan duka mendalam atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Menurutnya, Khamenei adalah saudara umat muslim, sehingga kepergiannya turut dirasakan sebagai kehilangan besar.

"Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Khamenei karena bagaimanapun dia adalah saudara kami, saudara seagama, saudara sekemanusiaan," jelasnya dengan nada haru.

Seruan untuk Mengakhiri Perang

Sebagai Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah berharap perang segera diakhiri. Ia menekankan bahwa tidak ada pihak yang diuntungkan dari perang, justru banyak korban yang berguguran.

"Dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di manapun yang akan membawa keuntungan bagi siapapun, selain membunuh kemanusiaan kita," tegasnya dalam pernyataan yang penuh keprihatinan.

Kritik terhadap Trump dan Israel

Said juga menyampaikan kritik terhadap mantan Presiden AS Donald Trump dan Israel, dengan pertanyaan retoris yang mengungkapkan kebingungannya.

"Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditimpakan oleh Trump dan Israel di Timur Tengah? Kenapa Trump menjepit negara-negara teluk dengan menggandeng Israel, kan posisinya susah. Negara teluk susah, membela Israel akan dikecam rakyatnya dan dunia internasional, sementara membela Iran dia juga akan digebukin Amerika," ujarnya.

Ia bahkan menyebutkan referensi dari media sosial, "Saya lihat di TikTok, Trump tidak layak jadi presiden kata ibunya, kata ibunya ya di TikTok," tandasnya, menunjukkan bagaimana opini publik juga mempengaruhi pandangannya.

Dengan demikian, Said Abdullah menegaskan posisi PDIP yang mendukung perdamaian dan mengutuk konflik yang merugikan kemanusiaan di Timur Tengah.