Said Abdullah Soroti Media Sosial yang Kerap Jadi Topeng Kepentingan Politik
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menyoroti maraknya fenomena kepalsuan di media sosial yang sering dimanfaatkan untuk membangun citra politik. Dalam acara Halal Bihalal DPD PDIP Jawa Timur di Surabaya pada Minggu, 12 April 2026, ia mengingatkan pentingnya sikap tabayyun atau klarifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
Media Sosial sebagai Topeng Kepentingan
Said Abdullah menegaskan bahwa kepalsuan kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi telah merambah ke media sosial. Ia menyebut platform digital tersebut kerap menjadi topeng yang dapat menyembunyikan wajah asli seseorang sekaligus membangun citra demi kepentingan politik tertentu.
"Kini kepalsuan merambah ke mana-mana. Media sosial menjadi topeng, menutup wajah asli dan mampu mengubah seribu wajah sesuai kepentingan," ujar Said dalam keterangannya.
Pentingnya Tabayyun dan Silaturahmi
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap tabayyun agar masyarakat tidak menelan informasi menyesatkan. Said Abdullah juga mengajak untuk memperkuat silaturahmi dan meninggikan akal budi dalam menyikapi berbagai konten di media sosial.
"Sering-sering bertabayyun dan silaturahmi, meninggikan akal budi, serta selalu membuka hati dengan berpegang teguh pada jalan yang diridhai Allah SWT," katanya.
Konsistensi dan Integritas dalam Berpolitik
Dalam konteks politik, Said Abdullah menegaskan pentingnya konsistensi dan integritas. Ia menyatakan bahwa berpolitik harus dilakukan dengan keadilan sejak dari pikiran, tanpa menghasut, serta senantiasa membuka tali silaturahmi dan rendah hati.
"Berpolitik harus konsisten, adil sejak dari pikiran, tidak hasut sana sini, serta senantiasa membuka tali silaturahmi dan rendah hati. Insya Allah PDI Perjuangan akan konsisten memegang nilai-nilai ini," kata dia.
Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam aktivitas politik yang penuh dengan dinamika dan tantangan di era digital saat ini.



