Pramono Anung Tegaskan Komitmen Tinggal di Jakarta Selama Libur Lebaran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi memastikan bahwa dirinya beserta Wakil Gubernur Rano Karno akan tetap berada di Ibu Kota selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai bentuk respons terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang meminta seluruh kepala daerah untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri pada masa libur hari raya tersebut.
Konfirmasi Langsung dalam Konferensi Pers
Dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026, Pramono dengan jelas menyatakan, "Soal SE Kemendagri, kalau Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta untuk menyambut Idulfitri ini pasti di Jakarta. Karena kita pada Idulfitri pertama akan ada halalbihalal di Balai Kota." Dia menambahkan bahwa tidak ada agenda perjalanan internasional yang telah direncanakan untuk periode liburan tersebut.
Larangan Juga Berlaku untuk Seluruh ASN Pemprov DKI
Lebih lanjut, Pramono juga mengonfirmasi bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk untuk tujuan ibadah umrah, selama libur Idulfitri. "Enggak ada," tegasnya ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya ASN yang bepergian. Seluruh jajaran ASN diinstruksikan untuk tetap berada di Jakarta guna mendukung pelaksanaan agenda resmi pemerintah daerah.
Latar Belakang Instruksi dari Mendagri Tito Karnavian
Kebijakan ini berawal dari Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tanggal 8 Maret 2026, yang secara khusus meminta penundaan perjalanan luar negeri bagi kepala daerah selama libur Idulfitri. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemimpin daerah dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Tito menjelaskan bahwa sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam pergerakan masyarakat selama masa mudik dan arus balik. "Di saat puncak kegiatan masyarakat, masyarakat berlibur, kita jangan berlibur. Kita justru puncak kegiatan membuat yakin masyarakat bisa melaksanakan rangkaian hari raya," ujarnya dalam rapat koordinasi di Tanjungpinang.
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai aspek pelayanan selama Lebaran, meliputi:
- Pengaturan keamanan lingkungan, terutama untuk rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.
- Pembentukan pos-pos siaga di sepanjang jalur mudik dan arus balik.
- Penjagaan keselamatan transportasi serta antisipasi keramaian di lokasi wisata.
- Pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang hari raya.
Dengan komitmen penuh dari Pramono Anung dan jajarannya, diharapkan perayaan Idulfitri 1447 H di Jakarta dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
