Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dinilainya telah berkorban dengan memilih berada di luar pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pidato perdananya pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo Berterima Kasih atas Pengorbanan PDIP
Dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengakui bahwa PDIP telah berjasa bagi demokrasi Indonesia dengan menjadi partai oposisi. "Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin ucap terima kasih kepada PDIP," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan partai oposisi sangat penting untuk menjaga keseimbangan demokrasi. Meskipun demikian, ia mengaku lebih senang jika PDIP bergabung dalam pemerintahan. "Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang, maunya saya itu gotong royong. Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara," kata Prabowo.
Kritik Pedas PDIP Membuat Pilu
Meski menghargai peran oposisi, Prabowo mengaku terkadang merasa sedih dengan kritik yang disampaikan PDIP. "Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi, saya sadar lama-lama. Sebetulnya, mungkin ada dasarnya," ungkapnya.
Prabowo kemudian mengutip sebuah pepatah, "Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita." Hal ini menunjukkan bahwa ia menerima kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.
Prabowo Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kewirausahaan bagi generasi muda. Ia meminta anak-anak muda Indonesia untuk tidak hanya bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat pemerintahan. Pemerintah, kata Prabowo, akan mendorong pendidikan kewirausahaan dan penyediaan modal usaha.
"Kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Untuk itu pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, entrepreneurship. Kita ingin anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah," tegas Prabowo.
Prabowo menambahkan, anak muda harus berani terjun ke dunia usaha. Pemerintah akan memberikan dukungan melalui pendidikan dan kredit startup. "Anak muda harus berani untuk berasia dengan dunia usaha. Kita punya anak muda hebat-hebat, ini yang sedang kita godok bersama. Begitu kita selesai kita juga akan beri kredit startup, beri kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha kuat baru," pungkasnya.



