Presiden Prabowo Subianto Mengadakan Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Agama Islam
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan Ormas Islam, ulama, pendakwah, hingga pengasuh pondok pesantren ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Acara ini bertujuan untuk diskusi dan silaturahmi dengan para tokoh agama Islam, mempererat hubungan antara pemerintah dan komunitas muslim.
Para Tokoh yang Hadir dalam Pertemuan Istimewa
Berdasarkan foto yang beredar, Prabowo tiba di lokasi acara bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar. Presiden kemudian menyalami para kiai, ulama, dan pendakwah yang hadir.
Di antara tamu undangan terlihat sejumlah figur terkemuka, seperti:
- Pengasuh Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal
- Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri, KH. Nurul Huda Djazuli
- Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, KH. Kafabihi Ali Mahrus
- Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah)
- Ketua Presidium ICMI, Ilham Akbar Habibie
- Pengasuh Pesantren Al Bahjah, Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Selain itu, hadir pula pendakwah Muhammad Subki Al-Bughury, Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh, Ketua Dewan Pembina Majelis Rosulullah Pusat Nabil bin Fuad Al Musawa, dan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.
Diskusi Tertutup Mengenai Berbagai Isu Penting
Setelah menyapa para tamu, Prabowo terlihat berbincang sejenak dengan mereka sebelum menyampaikan sambutan secara tertutup. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan ini juga membahas dinamika geopolitik dunia, sebagaimana dibicarakan dalam buka puasa bersama sebelumnya di Istana Merdeka.
Topik pembicaraan tidak hanya terfokus pada geopolitik, tetapi juga mencakup persiapan libur Lebaran di Tanah Air. Teddy menyatakan, "Sembari berbuka, Presiden Prabowo berbincang dan berdiskusi terkait persiapan liburan Lebaran di Tanah Air, sekaligus membahas dinamika geopolitik dunia." Pernyataan ini dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet pada hari yang sama.
Dalam momen buka puasa, Prabowo yang mengenakan kemeja safari warna cokelat duduk di tengah-tengah para pimpinan ormas Islam. Di hadapannya duduk Rais Aam PBNU, sementara di sisi kanan dan kirinya ditempati oleh Ketua Umum MUI dan Ketua Umum Muhammadiyah.
Signifikansi Pertemuan dalam Konteks Sosial dan Politik
Pertemuan ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga komunikasi yang erat dengan para pemimpin agama Islam. Dengan mengundang berbagai elemen dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, hingga pondok pesantren, acara silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.
Meskipun digelar secara tertutup, kehadiran tokoh-tokoh berpengaruh seperti Mamah Dedeh dan Buya Yahya menunjukkan upaya inklusif untuk melibatkan berbagai suara dalam diskusi kebijakan. Hal ini sejalan dengan tradisi silaturahmi yang menjadi bagian penting dalam budaya Indonesia, terutama dalam menyambut bulan Ramadan dan persiapan Lebaran.
