Prabowo Subianto Pimpin Upacara Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto secara resmi memimpin upacara pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari ini. Upacara ini digelar dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, keluarga, serta rekan-rekan dari masa dinas militer dan pemerintahan almarhum.
Prosesi Penuh Kehormatan untuk Mantan Wapres
Upacara pemakaman dimulai dengan prosesi kedatangan jenazah yang diiringi oleh pasukan kehormatan TNI. Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan penghormatan terakhir kepada Try Sutrisno, yang dikenal sebagai sosok militer dan politisi yang berjasa bagi bangsa. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan kontribusi besar Try Sutrisno dalam menjaga stabilitas negara selama masa jabatannya sebagai wakil presiden dari tahun 1993 hingga 1998.
"Almarhum Try Sutrisno adalah pahlawan bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia. Kita semua berhutang budi atas pengabdiannya," ujar Prabowo dengan suara penuh emosi. Upacara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, pejabat tinggi negara, dan perwakilan dari berbagai lembaga, menandakan penghargaan tinggi terhadap almarhum.
Latar Belakang dan Warisan Try Sutrisno
Try Sutrisno, yang meninggal dunia dalam usia 93 tahun, memiliki karier panjang di dunia militer sebelum memasuki politik. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dan dikenal karena perannya dalam berbagai kebijakan penting pada era Orde Baru. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi veteran dan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional bahkan setelah pensiun dari jabatan publik.
Pemakaman di TMP Kalibata dipilih sebagai bentuk penghormatan tertinggi, mengingat lokasi ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi banyak pahlawan nasional. Prosesi ini mencakup:
- Pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung nasional.
- Pembacaan riwayat hidup dan jasa-jasa almarhum oleh perwakilan keluarga.
- Penembakan salvo kehormatan oleh pasukan TNI.
- Penutupan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama.
Dengan upacara ini, bangsa Indonesia mengucapkan selamat jalan kepada salah satu putra terbaiknya, yang warisannya akan terus dikenang dalam sejarah negara.



