Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa pemimpin yang menghasut masyarakat untuk melakukan aksi bakar-bakar merupakan pengkhianat bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta pada Minggu, 12 Juli 2026.
Prabowo Kecam Aksi Bakar-Bakar dalam Kontestasi Politik
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa setiap kontestasi politik pasti ada pihak yang menang dan kalah. Ia mempertanyakan sikap pihak yang kalah lalu melakukan aksi bakar-bakar. "Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu?" ujar Prabowo.
Ia menambahkan, "Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian. Saya percaya, hukum karma akan kena kepada mereka semua itu."
Pengalaman Pribadi Prabowo: Empat Kali Kalah, Tidak Pernah Bakar-Bakar
Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah empat kali kalah dalam kontestasi politik dari total lima kali maju pemilihan. Namun, ia tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan aksi bakar-bakar. "Saya maju lima kali pemilihan. Empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," katanya.
Persaingan Politik Itu Wajar, Harus Hormati Hasil
Menurut Prabowo, persaingan politik adalah hal yang wajar dan semua pihak harus menghormati hasil kontestasi. Ia menganalogikan dengan pertandingan sepak bola, di mana ada dua tim dan satu harus menang. "Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan? Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? persaingan itu biasa," katanya.
Pernyataan Prabowo ini menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional, menegaskan komitmennya terhadap proses demokrasi yang damai dan beradab.



