Presiden Prabowo Subianto Kembali ke Tanah Air Usai Rangkaian Kunjungan Kenegaraan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah tiba kembali di Indonesia pada hari Jumat, tanggal 27 Februari 2026. Kedatangannya menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan yang berlangsung hampir sepuluh hari ke beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Abu Dhabi.
Kedatangan di Tengah Guyuran Hujan
Berdasarkan pantauan dari saluran YouTube Sekretariat Presiden, pesawat kepresidenan Garuda Indonesia mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, tepat pada pukul 08.40 WIB. Pesawat yang membawa Presiden Prabowo tersebut tiba di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dengan guyuran hujan yang cukup deras.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain Wapres Gibran, hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara lainnya, seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Para pejabat tersebut terlihat menunggu kedatangan Presiden di bawah payung, menghadapi hujan yang turun dengan intens. Setelah turun dari tangga pesawat, Presiden Prabowo langsung menyalami dan membalas salam hormat dari Wapres Gibran serta para pejabat lain. Mereka sempat berbincang-bincang sejenak di bawah tangga pesawat sebelum Presiden Prabowo naik ke mobil dinas Maung berplat RI-1 berwarna putih dan meninggalkan lokasi.
Rincian Kunjungan Kerja ke Berbagai Negara
Sebelum kembali ke Indonesia, Presiden Prabowo melakukan serangkaian kunjungan kerja yang padat. Dimulai dari Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, 26 Februari 2026. Di sana, beliau menghadiri rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian bersama Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin negara anggota lainnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump. Menurut keterangan dari Jubir Presiden, Teddy, dalam konferensi pers di Washington DC, Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump di tengah kesibukan agenda Dewan Perdamaian.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meneken perjanjian dagang respirokal atau timbal balik. Diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden Prabowo berhasil mendorong Amerika Serikat untuk menurunkan tarif perdagangan untuk Indonesia, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen. Kesepakatan ini juga memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia, seperti kakao, minyak kelapa sawit, dan kopi.
Lanjutan Kunjungan ke Inggris dan Timur Tengah
Setelah dari AS, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke London, Inggris, pada Senin, 23 Februari 2026. Di sana, beliau menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited. Langkah ini menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi berbasis inovasi, mengingat Arm merupakan perusahaan terkemuka di pasar semikonduktor.
Kemudian, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Basman, Amman, pada Rabu, 25 Februari 2026 waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian serta dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Trump. Beliau menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari kontribusi aktif dalam mencari solusi jangka panjang untuk konflik di Timur Tengah, khususnya terkait Palestina.
Terakhir, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis, 26 Februari 2026 waktu setempat. Pertemuan ini dilakukan sambil berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan. Kedua pemimpin membahas sejumlah agenda strategis, terutama di sektor investasi dan ekonomi, dan sepakat untuk memperkuat kerja sama energi serta meningkatkan investasi UEA di Indonesia.
Kunjungan kenegaraan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan berbagai negara, serta kontribusinya dalam upaya perdamaian global.



