Presiden Prabowo Prioritaskan Harga Pokok Terjangkau di Daerah Bencana Jelang Ramadan
Prabowo Fokus Harga Pokok Terjangkau di Daerah Bencana

Presiden Prabowo Fokuskan Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga Pokok di Daerah Bencana Menjelang Ramadan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan, di daerah terdampak bencana dapat terjangkau oleh masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan Ramadan yang tinggal satu minggu lagi.

Pemantauan Berkelanjutan dan Instruksi Presiden

Menurut Teddy, Presiden Prabowo secara berkelanjutan memantau perkembangan pemulihan di daerah bencana. Beliau telah menginstruksikan seluruh satuan tugas, menteri, dan pejabat terkait untuk rutin menyampaikan informasi dan pembaruan mengenai pemulihan bencana kepada publik. "Bapak Presiden ingin memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok, ketersediaan bahan pangan, dan bahan-bahan penting lainnya, khususnya di daerah terdampak bencana, benar-benar tersedia dan harganya terjangkau oleh masyarakat," ujar Teddy di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Pemulihan Pascabencana Sumatra yang Cepat dan Konkret

Teddy mengungkapkan bahwa dua bulan pascabencana, pemulihan di Sumatra menunjukkan hasil kerja yang sangat cepat dan nyata. Beberapa pencapaian yang telah diraih meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Total 5.500 hunian telah tersedia untuk warga, dengan 1.500 unit dibangun dalam satu bulan terakhir.
  • Sebanyak 98 jembatan rusak berhasil diperbaiki dan berfungsi kembali di seluruh provinsi terdampak.
  • Sebanyak 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus kini dapat digunakan secara normal.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. "Semua pencapaian ini bisa diraih dengan cepat berkat kerja sama, saling mendukung, dan saling melengkapi dari semua elemen," jelas Teddy.

Perintah Ketat: Harga Pangan Tidak Boleh Melampaui HET

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta agar harga pangan dapat terkendali menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Beliau menegaskan bahwa tidak ada harga yang boleh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pengendalian harga selama Nataru 2025 dapat diulang pada Ramadan dan Lebaran 2026.

"Ini Presiden kita sangat mengharapkan untuk menjaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Kami minta satu minggu, sudah stabil. Berada pada level HAP dan HET," ungkap Amran. Dia juga mengancam akan menindak oknum yang menjual pangan di atas HET, dengan Satgas Pangan Polri siap bekerja untuk menegakkan aturan ini. "Tidak ada lagi kesempatan, karena sudah lama kita imbau-imbau, tidak boleh menjual di atas HET," tegasnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah bencana, selama bulan Ramadan yang penuh berkah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga