Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa para pendiri bangsa merasakan betapa rendahnya perlakuan penjajah terhadap Indonesia, bahkan derajat bangsa ditempatkan di bawah anjing. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pengelolaan Ekonomi ala Pendiri Bangsa
Prabowo mengawali pidatonya dengan menjelaskan bahwa pengelolaan ekonomi Indonesia telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Ia menegaskan bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lugu atau naif. "Mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity bangsa Indonesia," ujar Prabowo.
Penghinaan dan Perampasan Harga Diri
Menurut Prabowo, para pendiri bangsa juga menyaksikan dan merasakan bagaimana segala kehormatan dan kepercayaan diri terhadap bangsa, budaya, dan sejarah Indonesia dihilangkan. "Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," tegasnya. Prabowo juga menyebut bahwa kekayaan nusantara selama ratusan tahun telah dirampas oleh penjajah untuk memperkaya diri mereka sendiri.
Peringatan untuk Tidak Terlalu Kagum pada Penjajah
"Hendaknya jangan lah kita terlalu kagum kepada bangsa yang kaya dari merampas kekayaan bangsa lain," kata Prabowo. Pidato ini disampaikan dalam sidang paripurna DPR RI yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Target Ekonomi 2027
Dalam pidatonya, Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Selain itu, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. "Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ujar Prabowo.
Defisit Anggaran dan Pendapatan Negara
Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, belanja negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB. "Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," tegas Prabowo.
Tradisi Baru di Tengah Gejolak Ekonomi
Ini merupakan pertama kalinya presiden memaparkan KEMPPKF RAPBN di depan DPR. Tradisi baru ini dilakukan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).



