PKB Berkomitmen Usung Cak Imin Sebagai Capres di Pilpres 2029
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara tegas menyatakan target politiknya untuk mengusung Ketua Umum Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden 2029 mendatang. Komitmen ini diungkapkan oleh jajaran pimpinan partai dan mendapat respons dari analis politik yang melihat peluang strategis dalam langkah tersebut.
Analis Politik Paparkan Tiga Keuntungan Strategis
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, memberikan pandangan mendalam mengenai rencana PKB tersebut. Menurut Adi, meskipun secara statistik elektabilitas Cak Imin masih jauh di bawah Prabowo Subianto, setidaknya terdapat tiga keuntungan signifikan bagi Cak Imin dan PKB jika maju dalam Pilpres 2029.
"Pertama, adanya efek coattail di Pemilihan Legislatif yang terbukti pada tahun 2024 dimana suara PKB mengalami peningkatan. Kedua, ini menjadi insentif bagi Cak Imin untuk mempersiapkan diri lebih matang jika maju kembali pada pemilu 2034. Ketiga, langkah ini akan meningkatkan marwah politik PKB dan Cak Imin secara keseluruhan," jelas Adi Prayitno kepada para wartawan pada Minggu, 12 April 2026.
PKB di Jalan yang Tepat dengan Target Capres 2029
Adi Prayitno menilai bahwa PKB telah berada di jalur yang tepat dengan menargetkan Cak Imin sebagai calon presiden pada 2029. Terlebih lagi, persyaratan presidential threshold telah dihapuskan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, membuka peluang lebih luas bagi kandidat dari partai politik.
"Apalagi basis pemilih PKB adalah Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. Ini menjadi kekuatan politik yang sangat signifikan," tambah Adi.
Analis politik tersebut juga menyoroti bahwa Cak Imin akan lebih mudah mencalonkan diri sebagai capres daripada cawapres. PKB memiliki boarding pass yang jelas untuk mengusungnya tanpa adanya persaingan internal yang berarti.
"Kalau targetnya menjadi calon wakil presiden, justru PKB akan jalan di tempat karena pada 2024 lalu sudah menjadi cawapres. Apalagi jika targetnya menjadi pendamping Prabowo, persaingannya akan sangat ketat dan rumit," papar Adi.
PKB Tidak Perlu Takut dengan Kemungkinan Kekalahan
Adi Prayitno meyakinkan bahwa PKB tidak perlu merasa takut jika mengalami kekalahan dalam Pilpres 2029. "Sekalipun kalah, pasti akan diajak berkoalisi oleh pemenang pemilu. Buktinya saat ini, meskipun kalah dalam Pilpres 2024 lalu, Cak Imin tetap menjabat sebagai Menteri Koordinator," sambungnya.
Pernyataan Resmi dari Pimpinan PKB
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Hanif Dhakiri telah mengungkapkan target partai untuk Pemilu 2029 dalam acara Penghargaan Kaderisasi dan Halalbihalal PKB di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 April 2026.
"Hanya dengan begitulah maka kita sebagai partai bukan hanya sekadar akan bertahan, tetapi ke depan juga bisa akan terus lebih besar, bisa terus mencapai target-target yang menjadi tujuan besar kita, termasuk menjadikan Gus Muhaimin sebagai Presiden atau Wakil Presiden 2029," tegas Hanif Dhakiri.
Respons Langsung dari Cak Imin
Muhaimin Iskandar sendiri telah merespons target yang dicanangkan oleh partainya. Dalam pernyataannya, Cak Imin mengakui bahwa Presiden Prabowo Subianto masih menjadi kandidat calon presiden terkuat untuk pemilu mendatang.
"Pada 2029, Pak Prabowo masih maju dan masih sangat kuat. Pak Prabowo kalau maju pasti menang, dan kita dukung yang menanglah," kata Cak Imin.
Pernyataan ini menunjukkan realisme politik dari Ketum PKB sekaligus komitmennya untuk tetap berada dalam jalur politik yang konstruktif, sambil terus mempersiapkan diri untuk target jangka panjang partainya.



