Pimpinan Ormas Islam Tiba di Istana Penuhi Undangan Buka Puasa Bersama Prabowo
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan organisasi massa Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan ini digelar dengan tujuan untuk berdiskusi sekaligus menjalankan tradisi buka puasa bersama di bulan Ramadan. Berdasarkan pantauan langsung, para tokoh mulai tiba di kompleks istana sejak pukul 15.54 WIB, menandai dimulainya acara yang penuh makna ini.
Tokoh-Tokoh Penting yang Hadir dalam Pertemuan
Di antara para tamu undangan, terlihat kehadiran sejumlah figur terkemuka dari berbagai ormas Islam. Anwar Iskandar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), hadir bersama Miftahul Akhyar yang menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Selain itu, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, juga turut serta dalam acara tersebut.
Tak ketinggalan, Nusron Wahid, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI periode 2025-2030, dan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan yang sekaligus merupakan kader Muhammadiyah, turut hadir memenuhi undangan presiden. Anwar Iskandar mengonfirmasi bahwa dirinya diundang khusus oleh Prabowo untuk menghadiri buka puasa bersama ini.
Rencana Diskusi dan Harapan untuk Komunikasi yang Lebih Baik
Menurut penjelasan Anwar, acara ini tidak hanya dihadiri oleh para ketua umum ormas Islam, tetapi juga melibatkan pimpinan pondok pesantren besar dengan jaringan luas serta para mubaligh. "Ya nanti semua ketua umum ormas Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan.
Anwar menyatakan harapannya agar pertemuan ini dapat menjadi forum diskusi yang produktif antara ulama dan umara, atau pemimpin negara. "Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara," tambahnya. Meskipun demikian, dia masih enggan merinci isu-isu spesifik yang akan dibahas, termasuk kemungkinan pembahasan mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kehadiran Jusuf Kalla dan Pesan Perdamaian
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, juga turut diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kehadirannya semakin melengkapi daftar tokoh penting yang hadir dalam acara buka puasa bersama ini.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan diskusi tentang konflik Timur Tengah, Anwar memilih untuk tidak berandai-andai. Dia menekankan pentingnya semua pihak untuk menahan diri guna menciptakan perdamaian dunia. "Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," tuturnya dengan nada serius.
Pertemuan ini tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga diharapkan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan para pemimpin agama. Dengan adanya komunikasi yang intens, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif untuk kemajuan bangsa dan negara, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
