DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menyelenggarakan acara Halal Bihalal di Hotel Shangri-La Surabaya pada hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi menyambut Lebaran 2026, dengan menghadirkan berbagai tokoh penting dari kalangan partai dan pemerintahan.
Kehadiran Tokoh Kunci dalam Acara Silaturahmi
Pada acara tersebut, turut hadir Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, beserta jajaran pengurus partai di tingkat provinsi. Said menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Banteng yang telah berpartisipasi, termasuk anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPC-DPC, dan para kepala daerah yang menyempatkan diri hadir.
Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (12/4/2026), Said Abdullah mengungkapkan, "Ada anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPC-DPC, juga para kepala daerah yang menyempatkan datang, terima kasih banyak." Pernyataan ini menegaskan pentingnya acara ini sebagai momentum untuk memperkuat kohesi internal partai.
Daftar Pejabat yang Menghadiri Halal Bihalal
Beberapa kepala daerah yang hadir dalam acara ini antara lain Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji; Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi; dan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan solidaritas terhadap kegiatan partai di tingkat lokal.
Selain itu, seluruh DPC PDIP dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur turut berpartisipasi, bersama dengan anggota DPRD di berbagai tingkat, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI dari Fraksi PDIP. Hal ini mencerminkan partisipasi yang luas dan komprehensif dari struktur partai di wilayah tersebut.
Konten Spiritual dalam Acara Halal Bihalal
Acara Halal Bihalal ini tidak hanya fokus pada aspek politik, tetapi juga menghadirkan nuansa spiritual dengan mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh, Kwagean, Kediri, yakni Ning Nadia Abdurrahman. Ning Nadia dijadwalkan memberikan tausiyah atau ceramah keagamaan selama kegiatan berlangsung, menambah nilai edukatif dan religius dalam silaturahmi ini.
Dengan menggabungkan unsur politik dan keagamaan, acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antaranggota partai sekaligus mendorong refleksi nilai-nilai Islam dalam konteks kebersamaan pasca-Lebaran. Hal ini sejalan dengan tradisi Halal Bihalal yang umum dilakukan di Indonesia untuk mempererat ikatan sosial dan keagamaan.



