Menteri dan Pejabat Negara Antre Halalbihalal dengan Prabowo di Istana
Menteri dan Pejabat Antre Halalbihalal dengan Prabowo

Menteri dan Pejabat Negara Antre Halalbihalal dengan Prabowo di Istana

Jakarta - Dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat negara turut meramaikan acara gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026. Mereka bahkan ikut mengantre untuk bersalaman dan halalbihalal bersama Presiden Prabowo Subianto, menciptakan momen yang menarik perhatian publik.

Antrean Pejabat di Istana Merdeka

Berdasarkan pantauan dari Youtube Sekretariat Presiden, para menteri serta pejabat negara tampak mengantre di Istana Merdeka untuk bersalaman dengan Prabowo. Sesi para pejabat ini dimulai setelah Prabowo menyapa dan bersalaman dengan masyarakat umum yang hadir dalam open house tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan semangat silaturahmi meski tidak diwajibkan oleh pemerintah.

Di antara anggota kabinet yang hadir adalah:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
  • Kepala BRIN Arif Satria
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Tampak pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, yang turut serta dalam antrean halalbihalal ini.

Fokus pada Masyarakat Umum

Sebelum acara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan agar kegiatan open house tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara. Prabowo ingin acara ini difokuskan pada masyarakat umum, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk hadir secara sukarela.

"Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum," jelas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 5 ribu orang, tanpa pembatasan ketat. Prasetyo menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya ini merupakan tradisi tahunan, namun dengan penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan di berbagai daerah.

Prioritas Silaturahmi Tanpa Paksaan

Prasetyo juga menyampaikan bahwa pemerintah menghimbau para pejabat untuk mengurangi kegiatan open house dan halalbihalal, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian. Presiden Prabowo memilih untuk memprioritaskan masyarakat umum dalam acara ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi nasional.

Dengan demikian, antrean para menteri dan pejabat negara dalam halalbihalal dengan Prabowo tidak hanya mencerminkan semangat Idulfitri, tetapi juga penghormatan terhadap arahan presiden untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Acara ini menjadi contoh bagaimana tradisi kenegaraan dapat dijalankan dengan penuh kesederhanaan dan empati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga